Sabtu, 24 Januari 2015

Iman yg Mengalahkan Dunia         Minggu, 11 January 2015
Yes 55:1-11
1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kpd TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.8 Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada org yg mau makan,11 demikianlah firmanKu yg keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepada-Ku dg sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
1 Yoh 5:1-9
1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Mrk 1:7-11
7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
Pembahasan:
Yes 55:1-11 Keajaiban firman Tuhan
Apa yang menjadi jaminan bagi seseorang untuk kepastian keselamatannya? Bagi umat yang sudah sekian lama menderita karena hukuman Allah atas dosa-dosa mereka, tentu tidak akan sembarang memercayai janji keselamatan tanpa bukti nyata. Bukan hanya secara jasmani mereka menderita, rohani mereka pun gersang. Tak ada satu pun yang bisa mereka lakukan untuk melepaskan diri dari keputusasaan. Belenggu pembuangan begitu ketat dan kuat. Syukur kepada Allah, Dia telah menyatakan janji-Nya bahwa mereka yang berpaling dan menantikan keselamatan daripada-Nya tidak akan dikecewakan (Yes 55:6-7). Syarat penting untuk keselamatan ialah kelaparan dan dahaga rohani yg sejati akan pengampunan dan hubungan yg benar dengan Allah (Yoh 4:14; 7:37), berlandaskan korban kematian sang Mesias (pasal Yes 53:1-12). Kita harus bertobat dari dosa2 kita dan menghampiri Dia di dalam iman; lagi pula, lapar dan dahaga akan kebenaran Allah dan kuasa kerajaanNya masih terus menjadi syarat yg sangat penting untuk menerima kepenuhan RohNya. Syarat mendapatkan hidup kekal ialah bertobat dan beriman, tanpa tambahan lain apa pun. Orang yg mau mengambil bagian dalam air hidup itu, pertama-tama dia harus merasa haus (bertobat), kemudian bersedia (beriman) untuk datang kepada sang Juruselamat (Yoh 7:37). Anggur melambangkan 1. Injil yg menyukakan dan menyegarkan jiwa; susu menunjukkan sifatnya yg memberikan pertumbuhan (I Ptr 2:2). 2. Sesuatu yang tidak mengenyangkan.  Khayalan mengenai kebahagiaan pribadi berdasarkan keuntungan2 dan berkat2 duniawi. Hanya Allah yg dapat memuaskan jiwa manusia. Daud yg disebut dalam Yes 55:3, 4 adalah Kristus, Anak Daud, sebab di sini Dia digambarkan sbg mempunyai pengaruh yg berkuasa pada zaman yang akan datang. Yes 55:5 adalah nubuat bahwa bangsa2 lain akan bertobat dan akan bergabung dg Israel yg sudah ditebus oleh karena Allahnya. FirmanNya ya dan amin. Apa yang Allah janjikan dalam firmanNya? Pertama, firmanNya adalah makanan dan minuman bagi jiwa, yang diberikan-Nya sebagai anugerah (Yes 55: 1). Jangan mencari alternatif apapun untuk memuaskan dahaga rohani kita (Yes 55: 2-3a). Dia sendiri sudah menetapkan hamba-Nya, Mesias keturunan Daud, sebagai agen keselamatan ini (ayat 3b-5).Kedua, ketika Allah berfirman, Ia juga menyatakan diri-Nya, Ia hadir di antara kita. Kita tidak dapat memisahkan firman-Nya dengan diri-Nya sendiri. Itu sebabnya, mencari Tuhan (Yes 55:6) adalah mencari firman-Nya. Ketiga, firman-Nya, jauh melampaui pemahaman kita (Yes 55:8-9). Dia adalah Allah yang tidak terbatas, firmanNya juga tidak terbatas. Namun segala kehendak-Nya dan apa yang Dia firmankan adalah untuk kebaikan kita. Keempat, firmanNya sungguh berkuasa (Yes 55:10,11,13). Apapun yg Ia kehendaki pasti berhasil. Keadaan yang rusak, suasana yang mengerikan dan kehidupan yang sulit, secara ajaib akan berubah dengan baik ketika firman-Nya datang (Yes 55:13). Kelima, ada hormat dan pujian bagi orang yang memberitakan firman Tuhan (Yes 55:12) karena melalui dia, nama Tuhan dimahsyurkan. Kita yang sudah menerima keselamatan dan yang diberdayakan oleh firman-Nya demi misi-Nya, mari giat mengabarkan Injil agar lebih banyak lagi orang yang merespons undangan anugerah ini.
1 Yoh 5:1-9 Kemenangan kita
Percaya kepada Kristus merup dasar dari persekutuan kita. Kata percaya sejauh ini baru dipakai sebanyak 3 x di dalam surat ini. tetapi muncul 6x di 1 Yoh 5:1-13. Percaya pada Yesus adalah pekerjaan Allah bukan hanya keputusan manusia (1Yoh 5:1). Ketika manusia percaya pada Yesus, saat itu ia dilahirkan dari Allah. Kata kerja ‘dilahirkan’ pada ayat 1 dipakai dalam bentuk pasif bukan aktif. Di sini terlihat hubungan tak terpisahkan antara tindakan manusia untuk percaya dan karya Allah melahirkannya menjadi anak2 Allah yg pertama adalah akibat dan tanda dari yg kedua. Dilahirkan menjadi anak-anak Allah berarti dipersilakan masuk ke dalam relasi kasih. Relasi kasih dengan Allah melalui Yesus inilah yang mendorong kita untuk mengasihi saudara seiman. Bukti seseorang mengasihi Allah adalah mengasihi saudara seiman. Dilahirkan kembali membuat kita menjadi anggota keluarga Allah. Selain mengasihi Allah, kita mengasihi sesama yg juga dilahirkan kembali oleh Allah (1Yoh5:1). Mereka menjadi saudara kita di dalam Kristus, tanpa memandang ras, bahasa, budaya, strata ekonomi, atau pendidikan. Maka kita tidak selayaknya membedakan orang berdasarkan hal-hal tersebut, melainkan pandanglah sebagai orang yang sudah sama-sama diselamatkan oleh Tuhan. Meskipun di antara kita tdpt perbedaan, kita dapat tetap saling mengasihi krn kita berasal dari keluarga yang sama. Mengasihi saudara seiman berarti mengasihi Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya (1 Yoh 5:2). Yohanes menghubungkan tiga hal sekaligus yakni mengasihi Allah, melakukan perintah Allah dan mengasihi saudara seiman ketiganya harus ada dalam hidup kita. Untuk melaksanakan ketiga perintah ini sekaligus, ada langkah2 yg harus kita tempuh, perhatikan dan pahami. Pertama, sifat perintah Allah. Perintah Allah tidak berat karena beban yg diberikan kpd kita tidak melebihi kemampuan kita. Kedua, iman kita. Org percaya mampu melakukan perintah Allah karena ia memiliki iman yg mengalahkan dunia. Memiliki iman berarti memiliki relasi dg Yesus Anak Allah (1Yoh 5:5). Yesus telah mengalahkan musuh manusia yg paling ditakuti yaitu kematian. Logikanya, jika kematian dapat dikalahkanNya apalagi hal-hal lainnya. Seandainya saat ini kita berada dalam berbagai penderitaan, kesusahan dan pergumulan berat, bersyukurlah! Mengapa bersyukur? Karena iman yg kita miliki adalah iman yg mengalahkan dunia. Kasih kita kepada Allah dan kepada anak2 Allah memperlihatkan ketaatan kita pada perintah-Nya (1 Yoh 5: 2). Ini bukanlah ttg bgm perasaan kita, tetapi bgm kita berelasi dg Allah dan umat-Nya. Ukurannya mudah: apakah kita sungguh-sungguh taat pada perintah-Nya? Pertanyaan ini bukan ingin mengisyaratkan bahwa perintah Allah itu berat. Perintah itu adalah pemberian Allah untuk menunjukkan betapa baiknya kehidupan org yg menaati Dia. Perintah itu diberikan karena Allah tahu bgm hidup dg cara terbaik. PerintahNya itu tidak berat krn ketika kita dilahirkan kembali, kita diberikan hati yg baru yaitu hati yg dipenuhi dg keinginan untuk menyenangkan hati Allah. Jadi perintah Allah tidak akan terasa berat jika kita sungguh2 mengasihi Dia. Relasi kita dg Allah membuat kita dapat mengalahkan dunia, yakni musuh iman kita (1Yoh 2:13-14). Jadi seharusnya tidak ada kata kalah dalam kamus iman kita krn Yesus telah mengalahkan dunia (Yoh 16:33). DarahNya telah mengalahkan si pendakwa orang percaya, yaitu setan (Why 12:11). Kemenangan iman kita mungkin saja membahayakan diri hingga berisiko terhadap nyawa kita. Namun bila kita tidak menyayangkan nyawa dan tetap teguh pada kesaksian iman kita, maka disitulah terletak kemenangan iman kita! Bila kita menang maka kita akan menerima upah: duduk bersama Yesus di takhta-Nya (Why 3:21).
Mrk 1:7-11 Menyambut kedatangan Kristus
Setiap kisah pasti memiliki permulaan. Permulaan Injil Markus memuat kisah pelayanan Yohanes Pembaptis di padang gurun.  Dia utusan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan AnakNya, yaitu Yesus. Pada penuturan PL, Markus memberi indikasi bahwa kedatangan Yesus sudah dinantikan sejak lama. Tanda2 kedatanganNya secara rinci dinubuatkan. Kedatangan-Nya ditandai dg hadirnya seorang pendahulu, Yohanes Pembaptis. Ia mempersiapkan jalan bagi Yesus.Seorang pembawa pesan akan mendahului kedatangan seorang raja. Utusan itu bertugas memastikan bahwa jalan yg akan dilalui raja cukup aman. Ia juga bertugas mempersiapkan rakyat menyambut raja. Dlm rangka menyambut kedatangan Kristus, Yohanes mempersiapkan org untuk menyambut kedatanganNya dan kemudian mengikut Dia. Nabi Yesaya menyebutkan bahwa khotbah yg disampaikan Yohanes bagai buldoser yg digunakan untuk membangun jalan bebas hambatan. Jalan itu membuat Tuhan dapat mencapai tempat yg tertutup bahkan terisolasi. Cara membuat jalan itu: "Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yg berbukit-bukit harus menjadi tanah yg rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran (Yes 40:4). Dg memberitakan tobat untuk pengampunan dosa (Mrk1: 4). Dg pertobatan, jalan Mesias dipersiapkan. Tugas ini Yohanes lakukan sepenuh hati, giat dan rajin. Yohanes bekerja keras. Buktinya? Khotbah2 pertobatannya menjangkau org2 dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem (Mrk1:5). Istilah 'seluruh' dan 'semua' menunjuk pada semua lapisan dan tingkat sosial masyarakat. Mereka memberi respons pada pemberitaan Yohanes. Sebagai tanda kelihatan dari respons tersebut mereka dibaptis. Bukti lain bahwa Yohanes melakukan tugas dengan sepenuh hati terungkap dalam Mrk1: 6. Yohanes tidak dipusingkan oleh urusan2 pakaian dan makanan.Itulah gambaran pertobatan, yakni runtuhnya puncak kesombongan, tertimbunnya lembah kekelaman, dan lurusnya hati yg bengkok. Ada pemulihan dan ada baptisan sbg simbol pengampunan dosa. Namun Yohanes tahu itu tidak cukup. Perlu sesuatu yg lebih dari baptisan di sungai Yordan. Ia paham bahwa baptisan yg dia lakukan hanya sebuah persiapan, karena Yesus akan datang dan akan membaptis mereka dg Roh Kudus. Bgm dg hidup kita? Ingatlah bahwa Kristus akan datang untuk yg kedua kali pada saat yg kita tidak ketahui. Berita tentang kedatangan Yesus lebih penting daripada perkara2 materi. Yohanes berkhotbah bukan untuk memperkaya diri. Khotbahnya adalah pelayanan kepada Yesus, bukan sarana cari uang. Apa lagi? Khotbah Yohanes berfokus pada Yesus. Yohanes tidak mengajarkan prinsip agama dan moral hasil penemuannya. Yohanes tidak membentuk suatu komunitas militan yg setia dan taat padanya. Yohanes mengarahkan mereka kepada Yesus (Mrk1:7). Yohanes menegaskan bahwa Yesus lebih tinggi dan mulia. Baptisan yang dilakukannya lebih rendah dari baptisan yang dilakukan Yesus (Mrk 1: 8).
Dari ketiga bacaan Kami belajar bahwa:
1.       Rancangan Tuhan begitu tinggi dan besar (Yes 55:9), dari sejak manusia berbuat dosa (Kej 3) hingga diusirNya dari taman Eden (Kej 3:23), hingga kelahiran Yesus (Mat 1:18-25; Luk 2:1-7) dan penebusan Yesus (Mat 27:38;Mrk 15:27) dalam kemuliaan yang sungguh direncanakan Tuhan memang luar biasa.
2.       Sama seperti Raja Daud menjadi agen Allah untuk menggembalakan Israel, umat-Nya (2Sam 7:8), demikian pula kini umat Allah dipanggil menjadi agen-agen-Nya untuk menyelamatkan bangsa-bangsa (Yes 55:3-5).
3.       Bila umat Allah merespons dg benar, mereka akan bersukacita serta menikmati kembali berkat2 Allah bersama dengan segenap alam dan hidup mereka akan senantiasa memuliakan Allah (Yes 55:12-13).Apakah yang akan seseorang peroleh tatkala ia menerima undangan keselamatan dari Allah? Pertama, ia akan menikmati hidup yang penuh sukacita dan persekutuan yang intim dengan Tuhan. Kedua, ia akan menjadi berkat bagi banyak orang dan hidupnya memuliakan Tuhan. Ketiga, hidupnya kembali harmonis serta berdamai dengan sesama manusia dan alam.
4.       Kemenangan kita terhadap dunia adalah mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
5.       Khotbah2 pertobatannya menjangkau org2 dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem (Mrk 1:5). Istilah 'seluruh' dan 'semua' menunjuk pada semua lapisan dan tingkat sosial masyarakat. Mereka memberi respons pada pemberitaan Yohanes, sebagai tanda mereka bersedia dibaptis.
6.       Yohanes berkotbah bukan mengutamakan materi (dari makanan dan pakaian terlihat), kebanyakan kini hamba Tuhan mengutamakan jabatan dan materi yang menyediakan semua fasilitas yang memadai, semakin mewah semakin dia bersemangat, ini kebalikan dari semangat Yohanes kala mempersiapkan Yesus sebagai Mesias.
7.       Dibabtis saja belum cukup tanpa kelahiran kembali (pelepasan kutuk) menjadikan kita setara dengan kondisi Adam dan Hawa pertama kali di taman Eden (Kej2:25). Menjadikan kita pantas untuk mengikuti perjamuan Pesta Anak Domba nanti yg diselenggarakan Tuhan di surge nanti (Why 19:9,17).

8.       Kita membutuhkan iman yang bisa mengalahkan iblis yang telah mempengaruhi dunia yang terlalu jahat dimata kita, kita butuh perlindungan Tuhan dengan makan Firman Tuhan terus menerus.

Kamis, 08 Januari 2015

3 Orang Majus                                          Minggu, 4 January 2014
Yes 60:1-6
1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
Ef 3:2-3a, 5-6
2 memang kamu telah mendengar ttg tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Mat 2:1-12
1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Pembahasan:
Yes 60:1-6 Sion dipulihkan.
Pasal ini ditulis selama tahun akhir hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat2 ini supaya memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya (Yes 39:5-8); pasal ini penuh dg penyataan nubuat mengenai Mesias yad dan kerajaanNya di bumi kelak. Beberapa peristiwa yg dinubuatkan digenapi berhubungan dg tertawannya Yehuda oleh Babel dan pemulihannya. Banyak nubuat lain lebih khusus berhub dg datangnya Yesus ke bumi, dan yg lain lagi masih menunggu penggenapan. Secara umum, pasal Yes 40:1-48:22  menekankan pelepasan, pasal Yes 49:1-57:21 penebusan, dan Yes 58:1-66:24 kemuliaan. Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikanNya dg dia" (Ams 16:7). Pernyataan Amsal ini benar dan berlaku bagi umat Israel. Allah berkenan lagi kpd Israel (Yes 60:10b). Ia menghimpun mereka yg semula terserak krn dibuang ke Babel untuk kembali ke Sion (Yes 60: 8, 9). peristiwa kembalinya kaum Yehuda dari Babel ke tanah perjanjian. Yesaya memandang nya sbg tindakan Yahweh, Allah Israel, yang memulihkan kembali kemasyhuran Sion. (Sion menunjuk kepada kota Yerusalem, pusat pemerintahan, pusat ibadah, tempat Tuhan Allah Israel, Yahweh berkenan hadir di tengah-tengah umat-Nya). Nasib dan keadaan umat Allah berubah total. Ia telah membuat Israel menjadi terang dan kebanggaanNya (Yes 60:1, 15). Ketika berada dalam pembuangan di Babel, mereka dinaungi oleh kegelapan; kini dalam alam kebebasan di tanah leluhur, yaitu tanah perjanjian, terang kemuliaan Allah kembali bercahaya meliputi mereka. Terang pembebasan ini bercahaya dan mengundang bangsa-bangsa lain untuk menyaksikan Yerusalem dibangun kembali.Ada dua hal sbg akibat perkenanan Allah tsb. Pertama, Israel akan kembali mengalami masa keemasan. Mereka akan kembali menjadi makmur krn Tuhan akan melimpahi mereka dg harta dari para musuh mereka (Yes 60: 5-6, 11, 17). Ibadah Israel akan kembali berkenan kpd Tuhan (Yes 60:7). Hidup mereka di Tanah Perjanjian akan dilimpahi sukacita, kebenaran, dan damai sejahtera karena Tuhan sendiri hadir di tengah2 umat-Nya (Yes 60:15-22). Kedua, ibarat serangga yg tertarik kpd terang, demikianlah musuh2 Israel akan tertarik untuk datang ke Sion krn Israel memantulkan terang Tuhan kpd mereka (Yes 60:3-4). Bangsa2 akan ikut membangun Sion bersama2 Israel (Yes 60: 10a). Mereka pun akan ikut menikmati segala sukacita, kebenaran, dan damai sejahtera yg diberikan Tuhan. Janji yang pasti. Walaupun belum diketahui kapan dan melalui peristiwa apa janji Allah digenapi, nubuat Yesaya ini mengandung kepastian. Yg jelas ketika umat Tuhan dikembalikan ke Yerusalem, mereka melihat bahwa janji Allah menuju penggenapan. Dan meskipun kota Yerusalem porak-poranda, hal itu tidak mengecewakan tetapi justru mengingatkan mereka akan kesalahan masa lalu, kekejaman musuh yg menghancurkan hidup mereka. Melalui mulut Yesaya, firman Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman mereka, bahwa masa depan mereka ada di tangan Allah, Pembebas dan Penyelamat umatNya. Sebaliknya, bangsa2 yg menolak berkat Tuhan itu akan binasa (ayat 12). Pemulihan yg diberikan Tuhan bagi Israel bukan untuk mereka nikmati sendiri melainkan untuk dibagikan kpd bangsa2. Demikian pula seharusnya seseorang yg sudah diberkati membagikan berkat itu kpd org lain. Setiap kita telah menerima pemulihan Allah itu. Ia memulihkan kita dari perbudakan dosa & melimpahi kita dg segala berkat rohani. Jadilah berkat bagi orang lain.
Ef 3:2-3a, 5-6 Membuka rahasia Allah.
Rasul Paulus dipilih oleh Allah untuk memperkenalkan dan menjelaskan paling tidak dua penyataan besar. Yang pertama adalah Injil itu sendiri “kabar baik mengenai keselamatan yg diperoleh melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus”. Dan yg kedua adalah kebenaran tentang Gereja sbg tubuh Kristus. Di dlm surat2 ttg Injil (Roma, I dan II Korintus serta Galatia) Paulus menguraikan panjang lebar penyataan pertama ini. Di dalam surat2 kelompok kronologi saat ini, yaitu "Surat-surat Penjara," sang rasul secara luas membahas penyataan yang kedua - Gereja sebagai tubuh Kristus. Pasal 3 merupakan puncak dari bagian utama pertama surat ini yang mengemukakan kedudukan kita di dalam Kristus.Pengalaman yg seseorang atau sekelompok orang lalui maupun nikmati, pasti memberi alasan akan kekhususan diri org /kelompok tsb.Scr positif pengakuan ini memacu org / kelompok tsb untuk meningkatkan kualitas pengalaman / kemampuannya. Namun, scr negatif, jika kekhususan itu ditempatkan pada porsi “perasaan” tanpa iman dan logika, maka siapapun akan merasa dirinya sendirilah yg paling benar, dan orang lain pasti salah. Dalam memberitakan Injil kepada etnis nonYahudi, Paulus banyak mendapatkan tantangan. Pemberitaan Injil inilah yang menyebabkannya menjadi tahanan kaisar Nero. Tetapi Paulus tidak pernah melihat hidupnya, sehingga Paulus menyebut diri sebagai tahanan Kristus (Ef 3:1).Org2 Yahudi melalui penyataan Allah dan pengalaman hidup nenek moyang mereka bersama Allah, merasa bahwa mereka dikhususkan Allah. Begitu pula dg org2 non Yahudi (org2 Yunani para pengikut agama misteri) melalui pengalaman spiritual, mereka beranggapan bahwa hanya mereka yg memiliki hikmat ilahi. Kedua anggapan ini sungguh keliru, karenanya Paulus mengungkapkan suatu kebenaran, yaitu rahasia Allah. Org2 non Yahudi yg sudah percaya telah dipersatukan dg org2 Yahudi yg percaya dalam satu tubuh, yaitu jemaat. Dalam menjelaskan dirinya sebagai pemberita Injil, dua hal terungkap: berita Injil dan tugas memberitakan Injil. Berita yang disampaikannya adalah misteri atau rahasia (Ef 3:3,4,9). Berita Injil disebut rahasia bukan karena isinya kabur, atau hanya diketahui para elite rohani, tetapi karena ia adalah kebenaran yang dinyatakan Allah kepada manusia (Ef3: 5). Apa isi rahasia Injil? Umat Allah terdiri dari segala etnis (Ef3:6). Istilah semua etnis penting sekali. Umat Allah tidak meliputi semua manusia, karena banyak manusia yang dengan sadar dan sengaja menolak untuk menjadi umat Allah. Jika Allah memaksa semua manusia yang menolak-Nya menjadi umat-Nya, maka sedikitnya dua hal terjadi: Allah adalah diktator dan manusia berubah menjadi robot. Umat Allah bersifat internasional. Tidak ada lagi perbedaan etnis Yahudi dan etnis nonYahudi. Semua etinis umat Allah memiliki kesamaan: sebagai ahli waris, sebagai anggota tubuh Kristus dan sebagai peserta janji (ayat 6). Ini terjadi melalui persatuan umat dengan Kristus. Paulus mengatakan rahasia Allah ini telah memberikan pengaruh yg dahsyat thdp diri dan pelayanannya. Olehnya Paulus didorong untuk mewartakan Injil kepada semua orang. Tugas kita, org2 yg percaya kepada Kristus pada masa kini, sebagaimana yg dilakukan oleh jemaat pada masa lampau (Ef 3:10) adalah memberitakan dan menawarkan rahasia Allah itu kpd semua orang untuk mereka alami. Apakah saat ini kita semua sudah melakukannya?
Mat 2:1-12 Dampak kelahiran Yesus
Mereka ini mungkin adalah anggota dari suatu golongan keagamaan yg terpelajar dari wilayah yg sekarang disebut Iran. Mereka mengkhususkan diri pada astrologi, ilmu kedokteran, dan ilmu pengetahuan alam. Kunjungan mereka terjadi pada saat usia Yesus sekitar 40 hari (Luk 2:22) hingga 2 tahun (Mat 2:16). Pentingnya kisah ini adalah bahwa
1.     Yesus layak memperoleh penghormatan sebagai raja dari seluruh umat manusia, dan
2.     baik orang bukan Yahudi maupun orang Yahudi termasuk dalam rencana penebusan Allah 
Dalam bab 2 tugas Yesus diperkenalkan: Ia menawarkan keselamatan kpd bangsa2 yg tidak mengenal Allah, yang diwakili oleh org2 Majus yang tertarik kepada cahaya Yesus,Mat 1-12; dalam bangsaNya sendiri Yesus bertugas menderita dg mengulangi pengalaman2 pahit bangsaNya: pembuangan pertama ke Mesir, Mat 1:13-15, pembuangan kedua ke Babel, Mat 1:16-18; kembalinya sbg sisa kecil yang terhina, Mat 1:19-23 (bdk Mat 1:23). Cerita ini dalam bentuk yang disebut "Haggada"; dengan kejadian2 mengajarkan apa yang diajarkan oleh Luk 2:30-34 dengan perkataan yg diucapkan Simeon,Luk 2:34. Di antara Maria dan Yusuf serta org2 Majus yg bersukacita menyambut kelahiran Yesus, ada satu orang yg malah marah,yakni Raja Herodes. Yesus lahir! Kabar ini berpengaruh pada pandangan dan perbuatan Herodes serta penduduk kota Yerusalem (ayat 3). Mengapa? Pertama, bagi Herodes kelahiran Yesus merup ancaman bagi kekuasaannya. Herodes mencari tahu dari para imam Yahudi tentang arti nubuat Nabi Mikha (Mi 5:1) dan Nabi Yesaya (Yes. 9:5; 11:1) tentang Yesus. Ia juga memanfaatkan pengetahuan perbintangan orang Majus untuk menemukan kebenaran nubuat para nabi itu (ayat 4, 7-8). Kedua, bagi penduduk Yerusalem kelahiran Yesus menimbulkan pengharapan untuk terbebasnya mereka dari penjajahan Romawi yang sedang dialami pada waktu itu. Pengharapan ini memunculkan keinginan bahwa Yesus akan menjadi raja Yahudi dan membawa Israel kembali menjadi bangsa yang jaya spt zaman Raja Daud dan Raja Salomo. Ketiga, bagi org Majus (golongan imam terpelajar yg mempelajari ilmu perbintangan dari daerah Madai, Persia) kelahiran Yesus merupakan peristiwa alam yang unik, langka, dan bernilai tinggi karena penampakan bintang yang menunjukkan tempat Yesus lahir (ayat 2, 11). Bagi orang percaya, kelahiran Yesus adalah berita surgawi dan sukacita, tentang kabar keselamatan! Namun, bagi Iblis, kelahiran Yesus berarti penggenapan firman Allah untuk kehancurannya (Kej. 3:15 ). Herodes menjadi gubernur Galilea pada usia yg cukup muda. Dg menempatkan dia di Galilea, pemerintah Roma berharap dia bisa mengendalikan org Yahudi yg hidup di situ. Ini menyebabkan ia disebut raja orang Yahudi. Herodes adalah org yg gila kuasa. Ia akan mempertahankan kekuasaannya dg cara apapun, bahkan membunuh! Ia bertakhta lebih dari empat puluh tahun, sampai mendengar kabar ttg seorang raja lain yang baru lahir (Mat 2:1-3). Tentu ia terkejut. Ia memang raja, tetapi tidak terlahir sbg raja. Ia harus berjuang untuk mendapatkan kedudukan itu. Lalu siapa yg dimaksud oleh tamu2 asing itu? Mengapa dia sampai tidak tahu? Maka dia memerintahkan imam kepala dan ahli Taurat untuk menyelidiki hal ini (ayat 4). Dan kepada orang2 Majus, ia meminta mereka untuk memberitahu dia bila mereka sudah menemukan bayi itu (ayat 7-8). Namun orang Majus tidak kembali menemui dia (ayat 12). Marahlah dia. Jalan satu-satunya agar bayi itu tak punya kesempatan untuk merebut takhtanya adalah dibunuh (ayat 16)! Ironis, raja yang punya kuasa, prajurit, dan senjata mau membunuh Raja cilik yang tidur nyaman dalam pelukan bundanya. Raja dan raja itu sama-sama memiliki kuasa, tetapi cara mereka menggunakan kuasa menunjukkan perbedaan mereka. Herodes adalah tiran, yang menggunakan kuasa untuk memenuhi ego pribadi. Yesus adalah hamba yang menggunakan kuasa untuk melayani, dengan fokus menyenangkan Allah.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.       Pernyataan Herodes bahwa dia pun akan pergi dan menyembah bayi jika lokasi kelahirannya sudah dipastikan, adalah pernyataan dusta. Itu adalah kebohongan sebab Herodes yg tua ini bermaksud membunuh bayi Yesus. Ini merupakan contoh respons negatif terhadap Yesus. Tak jarang manusia merayakan minggu sebagai ritual yg wajib dilakukan,Tuhan melihat hati,bukan ritual, ini merupakan iman yang sangat dangkal, jadikan minggu sbg hari yang melayani Tuhan dg melayani manusia sepenuhnya, mengisi waktu dg berbagai kegiatan sosial.
2.       Persembahan org Majus adalah emas, kemenyan dan mur. Emas sbg gambaran barang yg berharga, kemenyan berbicara ttg pujian dan penyembahan, sedangkan mur berbicara ttg ketekunan.
3.       Seringkali kita manusia hanya menyembah harta benda. Uang atau benda2 yang dapat dibeli dengan uang menjadi fokus hidup kita. Ketika kita menyembah harta benda(mammon/berhala), kita tidak akan mempunyai hati untuk Yesus atau orang lain. Menyembah Yesus membebaskan kita terfokus pada materi. Harta benda duniawi tidak lagi mencengkeram hati kita. Ketika kita menemukan kesukacitaan dalam melayani Kristus, dengan sukarela kita akan memberikan harta benda kita kepadaNya sebagai persembahan.
4.       Dalam Ams 16:7 merupakan pernyataan yg benar dan berlaku bagi umat Israel. Allah berkenan lagi kpd Israel (Yes 60:10b). Ia menghimpun mereka yg semula terserak krn dibuang ke Babel untuk kembali ke Sion (Yes 60: 8, 9). peristiwa kembalinya kaum Yehuda dari Babel ke tanah perjanjian. Yesaya memandang nya sbg tindakan Yahweh, Allah Israel, yang memulihkan kembali kemasyhuran Sion. (Sion menunjuk kepada kota Yerusalem, pusat pemerintahan).
5. Surat Paulus kpd jemaat di Efesus memberi kedudukan kita di dalam Kristus.Pengalaman yg seseorang / sekelompok orang dilalui maupun dinikmati, pasti memberi alasan akan kekhususan diri org /kelompok tsb.Scr positif pengakuan ini memacu org / kelompok tsb untuk meningkatkan kualitas pengalaman / kemampuannya. 
Iman Abraham                          Minggu, 28 Desember 2014
Kej 15:1-6, Kej 21:1-3
1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.1 TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yg telah ditetapkan, sesuai dg firman Allah kepadanya.3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.
Ibr 11:8,11-12,17-19
8 Karena iman Abraham  taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. 11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. 17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,18 walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Luk 2:22-40
22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,"24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yg menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kpdNya apa yg ditentukan hukum Taurat,28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dg firman-Mu,30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan35 dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri —, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dg berpuasa dan berdoa.38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua org yg menantikan kelepasan untuk Yerusalem.39 Dan setelah selesai semua yg harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Pembahasan:
Kej 15:1-6, Kej 21:1-3 Ahli Waris
Setelah berperang melawan raja2 itu, Abram merasa tidak mudah dan takut. OKI Allah meyakinkan Abram di dalam suatu penglihatan bahwa Ia adalah perisai dan upah Abram. Abram menanggapi kata-kata yg menguatkan ini dg mengingat bahwa dia tidak mempunyai anak dan karena itu tidak ada ahli waris (Kej 15:2), shg ia menganjurkan utk mengadopsi salah seorg hambanya menjadi ahli waris. Allah menolak usul itu, serta berjanji bahwa Abram akan memperoleh anak laki-laki dari istrinya Sarai yang mandul ( Kej 11:30) dan memiliki keturunan yg sangat banyak. Hal yg luar biasa dan kebesaran Abram ialah bahwa dia percaya Allah. Iman ini kepada Allah yg diperhitungkan kepadanya sbg kebenaran. Kisah ini berasal dari tradisi Yahwista. Tetapi barangkali dengannya digabungkan unsur2 pertama dalam kitab Kejadian yg berasal dari tradisi Elohista. Kepercayaan Abraham diuji. Pelaksanaan janji-janji Allah nampaknya tertunda. Lalu janji2 itu diperbaharui dg diperkuat sebuah perjanjian. Janji mengenai negeri yg akan menjadi miliki Abraham menjadi janji utama. Janji2 yg diberikan Allah kpd para bapa bangsa dan yg menjadi bukti belas kasihan dan kasih setia Allah oleh PB dihubungkan dg karya Yesus, bdk Kis 2:39; Rom 4:13. Sepanjang hidupnya Abram memanifestasikan iman yg kokoh kepada Allah. Mudah untuk menunjukkan kepercayaan ini ketika di dalam suasana menang perang. Ketika dia mengingat janji-janji Allah yg luar biasa kepadanya, dia terhibur karena pernyataan bahwa penggenapan semua janji Allah tsb adalah di dalam dan melalui keturunannya. Namun ketika dia bertambah tua dan melihat bahwa akhir hayatnya sudah dekat sedangkan dia tetap belum mempunyai anak, dia tergoda untuk meragukan janji-janji Allah tersebut. Imannya kepada janji2 tsb mulai goyah. Bagaimana mungkin Allah bisa memenuhi janji-Nya (1. Keturunan yg banyak, 2. Tanah terjanji 3. Salah satu keturunan nya menjadi penebus) sekarang? Abram memerlukan kepastian. Namun sampai saat itu, ia belum juga memiliki putra kandung. Kini TUHAN meneguhkan janji-Nya sekali lagi dan Abram percaya akan janji itu (Kej 15:6).Kata Ibraninya ialah pãgãd, "mengunjungi," dalam arti "berkunjung untuk membawa hukuman atau berkat." Di dalam hal ini yang dibawa Allah ialah sebuah berkat yang berharga. Kuasa dan kasih karunia ilahi mengadakan mukjizat. Sara melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya. Sesuai dengan janji-Nya, Allah menganugerahkan seorang anak laki-laki kepada Abraham dan Sara. Setiap nubuat dalam perjanjian akan digenapi secara ilahi melalui putra Abraham ini. Sang ayah dengan sukacita memberi nama kepada bayi itu, dan mendapat kehormatan untuk menyunatinya ketika ia berusia delapan hari. Ketika Sara menggendong bayi tersebut, sukacitanya tidak terlukiskan. Selama bertahun-tahun dia hidup menantikan saat yang sangat membahagiakan tersebut. Dia berkata, "Allah telah membuat aku tertawa, (menurut terjemahan American Standard Version, mempersiapkan tawa bagiku) setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku. Bagi para tetangga, tawa Sara itu merupakan tanda kejutan yang menyenangkan dipadukan dengan sukacita yang sungguh-sungguh dan ungkapan keceriaan yang penuh semangat. Bagi Sara tawa tersebut merupakan tawa penuh sukacita karena suatu perwujudan yang menakjubkan. Di tangannya terbaring anugerah Allah bagi dunia. Saat tsb merupakan saat ucapan syukur, sukacita dan penyerahan khidmat yang tidak dapat dilupakan.
Ibr 11:8,11-12,17-19 Menantikan Janji Tuhan
Para leluhur yg belakangan juga memberikan kesaksian yg sama. Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Yusuf dan Musa merupakan saksi2 yg lebih baik lagi sebab mereka memainkan peranan yg demikian penting di dalam rencana Allah di bumi. Abraham merupakan teladan ketaatan dari hidup beriman. Ketika Allah memerintahkan dia untuk meninggalkan Ur, Abraham menjadi seorg pengembara yg tinggal di dalam kemah, pengembara rohani. dg mata yg diarahkan kpd sebuah kota yg masih belum kelihatan. Kemudian dengan sukarela dia menyerahkan Ishak kepada Allah. yakin sepenuhnya bahwa keturunannya melalui Ishak, sudah ditetapkan untuk menjadi berkat bagi dunia, tidak akan gagal sekalipun Ishak akan mati. Karena setia kepada janji perjanjian-Nya mengenai keturunan, Allah pasti akan membangkitkan anak itu. Bahkan kelahiran Ishak, putra perjanjian itu sendiri, merupakan bukti iman di pihak Abraham dan Sara. Sebab anak itu lahir ketika mereka sudah terlalu tua untuk bisa memiliki anak.Setelah memperkenalkan hidup beriman sbg pokok dalam nasihatnya yang terakhir, dan setelah menjelaskan berbagai unsur dan lawan dari hidup beriman tersebut, penulis kini melengkapi uraiannya dengan teladan dari sejumlah orang yang menjalani hidup beriman itu. Keadaannya seakan-akan ada seseorang yang selama ini mengikuti pembahasan sang penulis sekarang meminta suatu bukti untuk mendukung apa yang telah dikemukakan penulis tersebut. Adakah orang yang mampu hidup beriman seperti itu? Tentu saja! Siapa saja mereka itu? 11:1-12:4 merupakan jawaban penulis. Menantikan penggenapan suatu janji adalah pekerjaan yg tidak mudah. Apalagi ketika penggenapan janji yang kita tunggu itu tidak kunjung terjadi. Satu-satunya yang memampukan kita bertahan dalam penantian itu adalah jika kita kenal dan percaya penuh kepada pihak yang berjanji. Tidak heran kalau Abraham disebut bapak kaum beriman. Ia tekun menantikan penggenapan janji Allah walaupun kapan dan seperti apa realisasi janji itu tidak jelas. Ia menaati perintah Allah untuk pergi meninggalkan negeri leluhurnya dan tinggal di tempat asing (ayat 8). Kemah-kemah yang didirikannya di setiap perhentian menunjukkan bahwa ia selalu siap berpindah sesuai dengan petunjuk Tuhan sampai ia tiba di Tanah Perjanjian (ayat 9-10). Sikap iman Abraham ini sebenarnya merupakan gambaran sikap iman Kristen yang meyakini bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara dan merupakan bagian dari perjalanan hidup bermusafir (ayat 13). Tujuan mereka ada di depan, yaitu Surga yang dijanjikan Allah. Surga adalah tempat abadi yang jauh lebih indah dibandingkan kesementaraan dalam dunia ini (ayat 14-16).Kunci iman Abraham adalah ia percaya kepada kesetiaan Allah, Sang Pemberi Janji. Kepercayaan penuh ditunjukkannya dengan tidak ragu sedikit pun akan janji Allah mengenai ahli waris kandungnya, padahal secara biologis ia dan istrinya tidak mungkin lagi menurunkan keturunan (ayat 11). Imam Abraham teruji dan terpuji sebab sepenuhnya ditujukan kepada Allah dan diberdayakan oleh Allah. Umat Kristiani mewarisi kekayaan sejarah iman umat Allah masa lampau. Kepercayaan para tokoh iman itu disandarkan hanya pada Allah yang setia memenuhi janji-Nya. Kini, kita menyaksikan melalui Alkitab dan gereja penggenapan janji-janji Allah bagi mereka satu per satu terwujud. Patutkah kita meragukan kesetiaan-Nya?
Luk 2:22-40 Masa muda Yesus dan Yohanes
Cerita-cerita ttg kelahiran dan masa muda Yesus dan Yohanes oleh Lukas disusun begitu rupa shg menjadi sejalan (parallel). Kelahiran dan masa muda Yesus disoroti dari segi Maria, sedangkan oleh Matius disoroti dari segi Yusuf. Mulai Luk 1:5 ini sampai bab 3 Lukas (yang barang kali menggunakan di sini sumber-sumber khusus) meniru bahasa Yunani dari Septuaginta yg berbau bahasa Semit (Ibrani). Banyak ayat dalam bagian ini mengingatkan PL yg kerap disinggung. Keseluruhannya memberi kesan ketuaan. Lukas menghidupkan kembali suasana kalangan "org miskin", bdk Mat 5:3, di mana tokoh2 yg berperan dalam kisahnya ini hidup. Dari kalangan itupun Lukas mendapat informasi nya. Menurut hukum taurat, ibu-ibu yang baru bersalin dianggap "najis". Itu mengenai tubuh saja dan bukan berarti noda dosa. 40 hari sesudah bersalin mereka harus menghadap imam (datang ke kenisah) untuk dibersihkan dari noda "najis" itu. Pentahiran, yaitu pembersihan menurut hukum, dilakukan dg suatu upacara tertentu, dan pada kesempatan itu harus dipersembahkan seekor domba muda, atau oleh org2 miskin, dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak merpati. Dengan itu tentu saja Lukas hendak menekankan, bahwa Allah biasa memilih dan "meninggikan" orang rendah. Anak laki-laki yg sulung harus dipersembahkan kepada Allah, lalu ditebus lagi dengan membajar 5 sikel, jaitu kira-kira tiga perempat kilo perak, untuk kenisah. Apakah inipun dibayar untuk Yesus, tidak disebut. Yusuf dan Maria melakukan beberapa hal bagi bayi Yesus sesuai perintah Allah. Mereka menamai dia Yesus sesuai dg pesan malaikat (21). Mereka menyunatkan Yesus pada hari kedelapan sesuai tuntutan Hukum Allah (21). Perintah penyunatan bayi diberikan pertama kali kepada Abraham (Kej 17:12) dan kemudian menjadi aturan bagi umat Israel (Im 12:3). Lalu Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem untuk pentahiran sesuai dg tuntutan Im 12:2-4, 6 (Luk. 2:22). Waktu pentahiran adalah 40 hari setelah kelahiran bayi. Ibu yang melahirkan bayi laki-laki dipandang najis untuk periode 40 hari dan 80 hari jika melahirkan bayi perempuan. Kemudian Yusuf dan Maria menyerahkan Yesus kepada Tuhan (Luk2:22-23). Penyerahan ini dilakukan karena Yesus adalah anak sulung. Dalam hal ini mereka mematuhi perintah Tuhan dalam kitab Keluaran dan Bilangan bahwa anak sulung harus diserahkan kepada Tuhan. Yusuf dan Maria juga mempersembahkan kurban (Luk 2:24). Kurban persembahan berupa sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati karena Yusuf dan Maria tidak mampu membeli seekor anak domba. Tuntutan demikian diatur dalam Im12:8. Dalam segala hal yg mereka lakukan, Yusuf dan Maria menunjukkan ketaatan kpd Allah dan hukumNya. Mereka merupakan teladan yg baik dalam memberlakukan firman Allah dalam kehidupan. Menjelang akhir tahun, kiranya teladan Yusuf dan Maria membuat kita bercermin dan melihat ulang ketaatan kita dalam tahun yg akan kita lewati ini.
Dari ketiga bacaan kami belajar :
1.      Sikap iman Abraham ini sebenarnya merupakan gambaran sikap iman Kristen yang meyakini bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara dan merupakan bagian dari perjalanan hidup bermusafir (Ibr 11:13). Tujuan mereka ada di depan, yaitu Surga yang dijanjikan Allah. Surga adalah tempat abadi yang jauh lebih indah dibandingkan kesementaraan dalam dunia ini (Ibr 11:14-16).Kunci iman Abraham adalah ia percaya kepada kesetiaan Allah, Sang Pemberi Janji.
2. Empat puluh hari sesudah bersalin mereka harus menghadap imam (datang ke kenisah) untuk dibersihkan dari noda "najis" itu. Pentahiran, yaitu pembersihan menurut hukum, dilakukan dg suatu upacara ttn, dan pada kesempatan itu harus dipersembahkan seekor domba muda, atau oleh org2 miskin, dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak merpati. Dg itu tentu saja Lukas hendak menekankan, bahwa Allah biasa memilih dan "meninggikan" orang rendah. Anak laki-laki yg sulung harus dipersembahkan kepada Allah, lalu ditebus lagi dengan membajar 5 sikel, yaitu kira-kira tiga perempat kilo perak, untuk kenisah.
3. Kebutuhan spiritual lebih utama daripada kebutuhan lahiriah. Sejak kecil anak harus diperkenalkan kepada Yesus, agar ia menyerahkan hidupnya kepada-Nya. Sangatlah keliru bila dikatakan bahwa anak belum tahu apa-apa. Orang-tua bertanggungjawab membawa anak ke gereja dan mendorongnya untuk beribadah kepada Tuhan.
4. Kata yang pertama diucapkan Tuhan untuk Abraham adalah”Coba lihat”mengungkapkan bahwa dengan memandang (visual) janji Tuhan akan tergenapi, dengan mata kita dapat melihat seluruh kemampuan Tuhan dalam berkarya. Melalui Visual inilah Tuhan mengutamakan umatNya dalam setiap janjiNya.
5. Kata yang kedua adalah “Hitunglah” artinya jumlah yang akan diberikan Tuhan adalah tak terkira jumlahNya, tapi terhitung dengan jelas. Menghitung dapat dengan penjumlahan dan perkalian, dan kala mereka dalam perbudakan Mesir terlihat sekali pertumbuhan mereka berlipat ganda hingga para org Mesir ketakutan dg jumlah mereka.
6. Janji2 yg diberikan Allah kpd bapa bangsa dan yg menjadi bukti belas kasihan dan kasih setia Allah oleh PB dihubungkan dg karya Yesus (Kis 2:39; Rom 4:13). Sepanjang hidupnya Abram memanifestasikan iman yg kokoh kepada Allah.
Kelahiran Yesus                        Minggu, 21 Desember 2014
2 Sam 7:1-5,8b-12, 14a,16
1 Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling,2 berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."3 Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau."4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:5 "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?8b Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.9 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.10 Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,11 sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. 16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."
Rm 16:25-27
25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya,26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa utk membimbing mereka kepada ketaatan iman 27 bagi Dia, satu-satunya Allah yg penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.
Luk 1:26-38
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Pembahasan:
2 Sam 7:1-5,8b-12, 14a,16 Antara "jika" dan "meskipun". 
Nubuat Natan ini disusun berdasarkan arti mendua kata Ibrani beth. Kata itu berarti baik rumah maupun keturunan, wangsa, keluarga. Diperlawankan satu sama lain: Bukan Daud yang akan mendirikan sebuah rumah (bait Allah) bagi Tuhan, 2Sam 7:5, tetapi sebaliknya Tuhan akan membuat sebuah "rumah" (keturunan) bagi Daud, 2Sam 7:11. Pada pokoknya dalam janji ini terkandung bahwa keturunan Daud tetap akan menduduki takhta kerajaan di Israel, 2Sam 7:12-16. begitulah janji itu diartikan oleh Daud sendiri,2Sam 7:19,25,27,29; bdk 2Sam 23:5, dan oleh pengarang Mzm 89:30-38; 132:11-12. Nubuat itu merupakan piagam perjanjian Tuhan dg Daud serta keturunannya. Nubuat ini tidak hanya menyangkut pengganti pertama raja Daud, yaitu Salomo, walaupun 2Sam 7:13; 1Taw 17:11-14; 22:10; 28:6 dan 1Raj 5:5; 8:16-19 justru mengetrapkannya pada Salomo. Sebaliknya dalam nubuat yang setelah terang dan setelah gelap itu terungkap pengharapan bahwa akan datang salah seorang keturunan Daud yg istimewa, yg akan berkenan di hati Tuhan. Nubuat Natan ini merup mata rantai pertama dalam rangkaian nubuat mengenai Mesias, Anak Daud, Yes 7:14; Mik 5:1; Hag 2:23. Kis 2:30 mengetrapkan pada Kristus.Tabut Allah telah dibawa ke Yerusalem, berarti kehadiran Allah sudah mengesahkan dinasti Daud yang baru. Namun, apakah hal itu cukup bagi Daud? Kelihatannya tidak. Daud ingin memastikan bahwa Allah menetap secara permanen di Yerusalem. Karena itu, Daud memutuskan untuk membangun Bait Allah. Dengan demikian Allah akan "berdiam" di Yerusalem, dan kerajaan Daud dipastikan kokoh. Sekali lagi ini adalah tindakan brilian Daud. Ia membuat sebuah simbol keagamaan yg selama ini belum ada, dan lebih dahsyat daripada tabut Allah.Keputusan Daud memang penting dalam kaitan dg kehadiran Allah. Namun demikian, Allah yang bebas tidak bisa "diikat" oleh rumah yang didirikan manusia. Manusia tidak bisa mengatur Allah dengan simbol-simbol keagamaan. Allahlah yang mengatur manusia. Daud sekali lagi hampir terjebak untuk mengatur Allah bagi kepentingan politiknya. Demikian juga dengan Natan yang telah mengesahkan keputusan Daud (ayat 3). Namun, Allah berfirman kepada Natan untuk menarik persetujuannya. Allahlah yg akan membangun "rumah" (bisa berarti dinasti) bagi Daud (ayat 11). Janji Allah bagi Daud begitu luar biasa. Allah yang biasanya mensyaratkan ("jika") ketaatan dalam memberikan berkat, kini menjadi tanpa syarat ("meskipun") dalam menganugerahkan kesejahteraan bagi Daud (ayat 15). Ini adalah pernyataan kasih Allah yang mutlak, tidak tergantung dari tindakan manusia. Dengan janji Allah yang teguh ini, komunitas Israel (dan akhirnya komunitas Kristen) menjadi komunitas pengharapan. Namun demikian, tidak berarti ketaatan tidak diperlukan lagi. Baik respons kita maupun kasih Allah merupakan dua unsur yang terus-menerus hadir dalam Alkitab. Keduanya penting untuk kepenuhan hidup kita.
Rm 16:25-27 Pemberitaan Yesus
Baca Pendahuluan untuk melihat pembahasan ttg doa-doa penutup dan doksologi (sebuah himne pendek yang digunakan di pelbagai kebaktian Kristen, seringkali dinyanyikan pada akhir kebaktian) dalam kaitannya dg lokasi dari hal-hal tsb di dalam surat ini. Doksologi ini berpusat pada kemampuan atau kuasa Allah utk menguatkan para pembaca. Allah memberikan kekuatan menurut Injil yg ku(Paulus)masyhurkan dan pemberitaan ttg Yesus.  Pemberitaan ini dilaksanakan dg pernyataan rahasia. Tiga hal dikemukakan mengenai rahasia ini: (1) Rahasia tsb telah didiamkan lama berabad-abad atau sudah sejak lama sekali (ay. 25). (2) Rahasia sekarang telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi (yakni: PL) menurut perintah Allah yang abadi (ay. 26). (3) Rahasia itu telah diberitakan kpd segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman (ay 26). Rahasia ini berhubungan dg tindakan Allah menjangkau baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa bukan Yahudi melalui penebusan di dalam Yesus (lih. Rm 9; 11; Ef 3:1-7; Kol 1:26, 27; 2:2, 3; 4:3). Di dalam bahasa Ef 3:6 rahasia ini terdiri atas pernyataan bahwa org2 bukan Yahudi ikut menjadi ahli waris dg org2 Yahudi yg percaya, menjadi anggota2 dari satu tubuh dg mereka, dan ikut menjadi peserta dalam janji dg mereka (bdg Rm 11:11-32). Suatu pernyataan ttg kemampuan dan rencana Allah mendahului pemberian kemuliaan kpd Allah oleh Paulus. Di dalam ayat yg terakhir (ay. 27) tdp sebuah kata ganti penghubung, yang bagi-Nya, yang sekalipun tidak dicantumkan oleh beberapa naskah kuno yg baik, tampaknya merupakan bagian dari apa yang ditulis Paulus pada mulanya. Tetapi sangat sulit untuk menyisipkannya di dalam teks, sebab keseluruhan doksologi ini berpusat pada Allah. Kemuliaan hanyalah bagi satu-satunya Allah yg penuh hikmat, oleh Yesus. Kemuliaan ini adalah untuk selama-lamanya. Mungkin pengertian nas ini bisa paling baik dilihat bila kita membacanya begini:Kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Dia, satu-satunya Allah yg penuh hikmat, oleh Yesus Kristus, yg bagi-Nya (juga) kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Di dalam teks asli frasa kemuliaan sampai selama-lamanya hanya muncul satu kali. Kata ganti penghubung yang bagi-Nya mengikuti Yesus Kristus. Frasa kemuliaan sampai selama-lamanya  mengikuti yang bagi-Nya. Karena seluruh doksologi ini berpusat pada Allah, dan anak kalimat terakhir ini berpusat pada Kristus, tampaknya kesimpulan terbaik yang dapat ditarik ialah bahwa Paulus menghubungkan kemuliaan abadi baik dengan Allah maupun dengan Kristus. Betapa cocoknya jika surat Roma ini diakhiri dengan. "Kemuliaan bagi Allah untuk selama-lamanya!"
Luk 1:26-38 Lahir dari anak dara Maria
Banyak ayat dalam bagian ini mengingatkan PL yg kerap disinggung. Keseluruhannya memberi kesan ketuaan. Lukas menghidupkan kembali suasana kalangan "orang miskin", bdk Mat 5:3, di mana tokoh2 yg berperan dalam kisahnya ini hidup. Dari kalangan itupun Lukas mendapat informasinya."Lahir dari anak dara Maria" adalah pengakuan iman ttg Yesus yg diucapkan dg khidmat dalam ibadah umat Kristen. Pengakuan iman itu dilandaskan pada fakta yg dituliskan oleh Lukas dalam bacaan hari ini. Maria adalah penduduk Nazaret (Luk 1:26), kota yg tidak terkenal. Namun demikian Allah memperhatikan Maria. Ia adalah seorang gadis yg sedang bertunangan dg Yusuf (Luk 1:27). Dalam budaya Yahudi pertunangan merupakan tahap pertama perkawinan. Dalam tahap ini mas kawin dibayarkan kpd mempelai perempuan. Meski sudah sah sbg suami istri, mempelai perempuan masih tinggal di rumah ortunya. Pertunangan hanya dapat dibatalkan melalui proses perceraian. Tahap kedua biasanya berlangsung satu tahun kemudian ketika mempelai laki-laki menjemput mempelai perempuan dari rumah orang tuanya. Pemberitahuan malaikat bahwa ia akan melahirkan seorg anak laki-laki tentu saja membuatnya terkejut. Bgm mungkin melahirkan tanpa bersuami? (Luk 1:34). Akan tetapi, tidak ada yg mustahil bagi Allah. Bila ia dipilih untuk melahirkan Mesias, itu merupakan kasih karunia Allah (Luk 1:28, 30). Maka meskipun peristiwa ini dapat menjatuhkan nama baiknya sbg seorang gadis, tidak ada bantahan terlontar dari bibirnya. Yang terucap adalah kalimat kepatuhan agar rencana Allah digenapi melalui dirinya (Luk 1:38). Ketaatan ini muncul karena kesadaran bahwa dirinya adalah hamba Tuhan. Kepatuhan dan keterbukaan Maria pada kehendak Allah menjadi teladan bagi kita. Namun bukan berarti bahwa ia harus diagungkan melebihi manusia lain dan kita samakan seperti Tuhan. Belajar dari teladan Maria, mari kita menjadikan malam Natal ini sbg momen untuk membuka diri pada Allah dan siap untuk taat agar kehendak-Nya dinyatakan dalam dan melalui diri kita. Bangsa Yahudi hidup di bawah ketentuan tradisi atau budaya yg sangat ketat dan ekstrim. Salah satunya adalah tidak diperkenankannya hubungan seks di luar nikah, dg alasan apa pun. Jika itu terjadi maka perempuan yang mengandung akan diusir, bahkan dibuang untuk diasingkan. Ironisnya lagi, perempuan itu dikeluarkan dari ikatan keluarga. Kenyataan ini sempat membuat Maria kuatir karena ia mengandung tanpa pernah berhubungan seks dg tunangannya. Sekali lagi, berbeda dg respons Zakharia. Maria dg penuh hormat menerima kenyataan tsb. Itu dikarenakan utusan Tuhan, malaikat Gabriel yg mengunjungi dirinya. Tujuan Gabriel adalah mempersiapkan Maria menjadi alat Allah untuk kelahiran Juruselamat, Yesus. Sebenarnya bagi Maria itu adalah kehormatan besar, karena pada masanya ada kerinduan besar bagi para perempuan di Israel untuk menjadi ibu bagi Mesias (bdk. 1:42). Allah menjatuhkan pilihan-Nya kepada perempuan Maria. Hal itu dinyatakan dengan terus terang oleh Gabriel melalui salamnya “Salam, engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (ayat 28). Hanya saja pemilihan itu memakai cara yang sulit dimengerti dan bahkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan Yahudi yang sangat memperhatikan kesucian keluarga. Potensi itu digambarkan di Injil Matius, justru oleh sikap calon suaminya sendiri, Yusuf (Mat. 1:19).  Namun, berbeda dari Zakharia yang ketidakmengertiannya itu membuahkan sikap tidak percaya, Maria justru belajar menerima hal yg sulit itu. Dikarenakan imannya kepada Tuhan ia menerima risiko kehancuran hubungannya dengan Yusuf. Lagipula, Elisabet isteri Zakharia yang juga mengalami kuasa Allah yang ajaib itu, memberikan kekuatan kepada Maria untuk menerima hal sulit itu.
Dari Ke tiga bacaan Kami belajar :
1.      Janji Allah bagi Daud begitu luar biasa. Allah yang biasanya mensyaratkan ("jika") ketaatan dalam memberikan berkat, kini menjadi tanpa syarat ("meskipun") dalam menganugerahkan kesejahteraan bagi Daud (2 Sam 7:15). Ini adalah pernyataan kasih Allah yang mutlak, tidak tergantung dari tindakan manusia. Dengan janji Allah yg teguh ini, komunitas Israel (dan akhirnya komunitas Kristen) menjadi komunitas pengharapan.

2. Paulus yang panjang lebar tentang pengajaran dan praktik hidup kristiani dalam suratnya menunjukkan hal itu. Jemaat di Roma harus banyak berbenah: "bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat" (Rom 16:19b). Dengan demikian Iblis tidak bisa merusakkan iman dan kesaksian mereka, sebaliknya Iblis sendiri akan dihancurkan oleh kesaksian itu.

3. Yang terucap adalah kalimat kepatuhan agar rencana Allah digenapi melalui diri Maria (Luk 1:38). Ketaatan ini muncul karena kesadaran bahwa dirinya adalah hamba Tuhan. Kepatuhan dan keterbukaan Maria pada kehendak Allah menjadi teladan bagi kita. Namun bukan berarti bahwa ia harus diagungkan melebihi manusia lain dan kita samakan seperti Tuhan.

4. Bangsa Yahudi hidup di bawah ketentuan tradisi atau budaya yg sangat ketat dan ekstrim. Salah satunya adalah tidak diperkenankannya hubungan seks di luar nikah, dg alasan apa pun. Jika itu terjadi maka perempuan yang mengandung akan diusir, bahkan dibuang untuk diasingkan. Ironisnya lagi, perempuan itu dikeluarkan dari ikatan keluarga. Kenyataan ini sempat membuat Maria kuatir karena ia mengandung tanpa pernah berhubungan seks dengan tunangannya. Apakah kita masih mempertahankan kesucian diri dalam menerima pernikahan yg suci?

5. Kelahiran Yesus menjadi momen terindah, momen yang menentukan persiapan hati dan iman kita di kemudian hari, betapapun berat yang diderita Maria, namun dia mampu mengemban semua hal yang di zamannya tidak mungkin, dan sangat bertentangan, ini membuktikan kemampuan Tuhan yang tak terbantahkan dalam segala rencanaNya.

6. Kelahiran Yesus menjadikan titik balik segala tradisi yang ketat, membuat semua ikatan kesucian itu tetap terbentuk dan selalu dikumandangkan dalam melangsungkan sebuah pernikahan, suatu isensial yang terutama dalam sebuah arti pernikahan dan kelahiran yang menentukan kehidupan kebenaran dan kebersihan ikatan pribadi dg Tuhan.

7. Dari dahulu rencana Tuhan telah ditetapkan dan direncanakan secara rapi dengan melahirkan bayi yang begitu bersinar dan menjadikan titik kemuliaan Tuhan akan dikumandangkan sepanjang masa dalam diri Yesus Sang Juru Slamat Dunia, menjadikan kita sadar akan kelemahan dan kefanaan tubuh kita sehingga sebaiknya kita menyerahkan semua dosa pada salibNya dan inilah titik kelahiran yang suci ini memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan yg telah rusak, pertanyaannya adalah dapatkah kita mempersilahkan Yesus hadir dalam diri kita selalu?