Minggu, 17 Agustus 2014

         Kearifan Pemerintah    Minggu 17 Agustus 2014
Sir 10:1-8
1 Pemerintah yg bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan org arif adalah teratur.2 Spt penguasa bangsa demikianpun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya. 3 Raja yg tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. 4 Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya la mengangkat org yang serasi atasnya. 5 Di dalam tangan Tiihanlah terletak kemujuran seorg manusia, dan kpd para pejabat dikaruniakan oleh-Nya martabatnya. 6 Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kpd sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. 7 Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua2nya kelaliman adalah salah. 8 Pemerintahan beralih dari bg yg satu kpd bangsa yg lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.
1 Ptr 2:13-17
13 Tunduklah, krn Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sbg pemegang kekuasaan yang tertinggi,14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
Mat 22:15-21
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Pembahasan:
Sir 10:1-8 Dosa Kecongkakan
Di sini Sirakh membandingkan penguasa yg baik dg yg jahat, (Sir 9:17-Sir 10:3) dan kemudian berbicara mengenai Allah sbg sumber kebijaksanaan(Sir 10:4-5). Dalam bag pertama, ketrampilan seniman adalah semacam kebijaksanaan dg tangannya. Ucapan keras dalam ayat Sir 9:18 mengingatkan bahwa penguasa yg bicaranya kasar/ tdk terkontrol tdklah sukses. Urutan Sir 10:1 mencerminkan tatanan Allah dalam semesta. Gaya amsal tradisional dari Sir 10:2 mengingatkan kita dg amsal lain:anak spt ibunya dll. Kemuliaan dan keluhuran Allah (Sir10:55) merup tema yg kelak dilihat dalam kitab ini dan menunjukkan pilihan dan perlindungan Tuhan. Yang dimaksud 8 kecongkakan adalah Sir 10:6-18, Sir 10:19-27, Sir 10:28-Sir 11:1,Sir 11:2-6,Sir 11:7-9, Sir 11:10-13, Sir 11:14-19 dan Sir 11:20-28. Pengajaran pertama (Sir 10:6-18) mengenai dosa kecongkakan, jua berbicara mengenai kekerasan yg dapat menyertai kecongkakan. Rupanya bin Sirakh percaya bahwa bertindak secara bebas dpt menjadi bertindak scr keras(Sir 10:6). Motif2 dalam ayat 7-8 adalah bahwa baik Allah maupun bangsa terpilih membenci kecongkakan dan bahwa sejarah telah menunjukkan diserahkannya kekuasaan kpd Negara lain. Pengajaran ke dua (Sir 19-27)ttg pengajaran yg dihafalkan, pelajaran ke tiga (Sir 10:28-11:1)kebijaksanaan dg introduksi khas, pengajaran ke empat (Sir 11:2-6) tg penampilan yg menipu, pengajaran ke lima (Sir 11:7-9)ttg pembicaraan yg tidak bijaksana, pengajaran ke enam (Sir 11:10-13) ttg org yg mendidik dirinya sendiri, pengajaran ke tujuh (Sir 11:14-19) ttg kekayaan dan kematian, pengajaran ke delapan Sir 11:20-28) ttg kekayaan dan kemelaratan.
1 Ptr 2:13-17 Hidup yang diubahkan. 
Seorang Kristen adalah warga yg taat hukum, cermat & penuh disiplin diri. Doktrin ini dapat dibandingkan dg ajaran Paulus di Roma 13:1-7 dan Titus 3:1, 2. Tentu saja perintah ini tidak berarti seorang Kristiani harus menyetujui kejahatan. Kata-kata Petrus sendiri kepada Sanhedrin menunjukkan kenyataan tsb, "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang lebih baik: taat kepada kamu atau taat kepada Allah" (Kis. 4:19).
Sekeluarnya dari penjara hidup Rudi berubah. Ia tidak lagi merokok, bermalas-malasan, dan berjudi. Dulu Rudi ditakuti sbg pengacau di kampungnya. Kini ia bekerja di kantor kelurahan sbg pesuruh. Beberapa teman lama mengajak Rudi kembali ke hidupnya yg dulu, namun ia justru membawa mereka satu per satu kpd Tuhan.Hidup baru seperti Rudi tidak mudah. Namun, itulah panggilan kita. Petrus menasihati umat Tuhan agar hidup mereka menjadi kesaksian dari hidup yg diubahkan Tuhan. Hanya dg hidup yg diubahkan maka dunia dapat melihat, mengenal Tuhan dan diselamatkan (ayat 
11-12). Petrus memakai istilah pendatang dan perantau untuk menunjukkan bahwa anak Tuhan harus memandang dirinya sbg org asing yg menumpang di dunia ini shg tidak perlu mengikuti gaya, pola dan cara hidup orang dunia yg berdosa (ayat 10). Hidup yg diubahkan juga harus dinyatakan dg cara menghormati lembaga manusia yang didirikan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Kita pun harus menjadi teladan dalam berbuat baik secara pribadi maupun pelayanan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. Selain itu, kita juga perlu terlibat berbagai kegiatan kemasyarakatan di rumah, sekolah, kampus, tempat kerja, dan di mana pun. Hidup yang diubahkan Tuhan harus menjadi ciri khas kekristenan yang menjadi berkat bagi masyarakat di sekitar kita (ayat 15). Panggilan menjadi Kristiani menempatkan org percaya pada posisi dan hak istimewa. Namun posisi itu bukanlah merupakan kesempatan untuk bermegah. Kita dipanggil untuk tidak menyalahgunakan hak-hak istimewa itu. Petrus menjabarkan beberapa hal: pertama, himbauan agar umat tetap hidup sbg orang asing, mengasingkan diri dari keinginan duniawi (ay. 12). Kedua, Kristen dipanggil untuk "tunduk" kpd semua lembaga manusia, artinya Kristen memiliki keberadaan dan misi khusus dalam rencana Allah (ay. 13). Ketiga, Kristen dipanggil untuk hidup bertgjw di tengah kebebasan (ay.16).Memberlakukan hak istimewa. Hak2 istimewa biasanya dijadikan jaminan untuk bertindak semaunya, bebas dari berbagai batasan ketentuan dan kewajiban, yg cenderung mengarah pada tindak sewenang-wenang. Hak-hak istimewa yg disalahgunakan menciptakan manusia yg menuntut dilayani. Bukan demikian seharusnya sikap Kristiani! Walaupun Kristiani memiliki berbagai hak istimewa dari Allah, tetapi tetap metitikberatkan sikap hidup yg melayani. Pikirkanlah apa yang akan gereja alami apabila semua anggota menuntut untuk dilayani; sebaliknya apakah yg akan terjadi apabila setiap Kristen hidup untuk melayani (ay. 12, 15)?
Mat 22:15-21 Bukan mencari kebenaran
Analisis Matius terhadap pelayanan Kristus dibuat berdasarkan empat wilayah geografis yg tercantum dengan jelas: Galilea (4:12), Daerah Seberang Sungai Yordan (19:1). Yudea (20:17) dan Yerusalem (21:1). Bersama dg Injil Sinoptis lainnya, ia menghilangkan pelayanan awal di Yudea yg secara kronologis terjadi di antara 4:11 dan 4:12 (bdg. Yoh. 1-4). Matius mungkin bertolak dari Kapernaum di Galilea karena di situ pula ia mulai mengenal Kristus (9:9)
Permusuhan para pemuka agama thdp Yesus semakin menjadi-jadi. Mereka menggunakan segala cara untuk menghentikan Dia. Org Farisi yang anti penjajah Romawi, kini berkomplot dengan org Herodian sahabat Herodes, boneka kaisar. Mereka bersatu untuk menjebak Yesus (ayat 15-16). Bila Yesus mengatakan tidak perlu membayar pajak, orang Herodian akan menuduh Yesus memberontak terhadap pemerintahan Romawi. Sebaliknya, bila Yesus setuju, Ia akan kehilangan popularitas di mata rakyat. Yesus tidak langsung menjawab,(tidak klarifikasi) tetapi balik bertanya (ayat 19-20). Pantaslah mereka membayar pajak kpd pemerintah Romawi. Inilah yg dipertegas oleh Yesus ketika menanggapi pertanyaan yang menjerat dari org2 Farisi yang mendapatkan dukungan dari org2 Herodian, yakni anggota2 suatu partai Yahudi yg menghendaki keturunan Herodes Agung yg memerintah atas mereka dan bukan gubernur Romawi. Mereka memperkirakan Yesus akan menjawab dg 'ya' atau 'tidak' terhadap pertanyaan mereka (17). Yesus menegur keras kejahatan dan kemunafikan hati mereka, serta dg bijaksana menjawab pertanyaan mereka (18-21). Jawaban Yesus telah menggagalkan niat hati mereka yang jahat dan menelanjangi kemunafikan mereka (22).Jawaban Tuhan Yesus ini mencengangkan semua lawannya (ayat 22). Beriman kpd Yesus memang berisiko tinggi. Dunia yg tidak tunduk kpd Allah penuh dg lika-liku kebiasaan yg perlu disikapi dg tepat. Hikmat dan integritas Yesus mengalahkan segala kelicikan lawan2Nya. Teladanilah Yesus dan kalahkan mereka! Pelajaran yg kita dapatkan dari perikop ini adalah pengajaran Yesus ttg keberadaan umat Kristiani yg seharusnya dapat menempatkan diri sbg warganegara Indonesia dan Sorgawi dalam proporsi yg tepat dan benar. Apakah kita melakukan semuanya ini juga dalam rangka pengabdian kita kepada Allah, yang semata2 tidak terkurung hanya dalam wadah keagamaan? Orang Farisi (berarti: yang memisahkan diri) adalah kelompok awam yang menginginkan pembaruan kehidupan rohani. Mereka sangat menekankan berbagai peraturan spt pembasuhan, perpuluhan, dlsb. Orang Saduki (berarti: yg benar) adalah kelompok terdidik yang berbeda pendapat dg Farisi. Kedua kelompok inilah yg bertanya kpd Yesus. Orang yang rohani spt Farisi dan org yg rasional seperti Saduki, sama bebalnya. Kewajiban adalah kewajiban. Orang Farisi mengharapkan jawaban yang entah melawan Kaisar (dengan akibat ditangkap) / yg mengabdi kaisar (dengan akibat dianggap tidak patriotis). Radikal sekali jawab Yesus. Serahkan kpd kaisar yang milik Kaisar, serahkan kpd Allah yg milik Allah. Mengenal kuasa Allah. Andai saja mereka sungguh mengenal Allah spt yg Allah nyatakan sendiri di dalam KS, mereka pasti akan berjumpa dg Allah yg Maha Perkasa yg telah menebus nenek moyang mereka dari cengkeraman penjajahan Mesir dan dari segala kuasa gaib kekafiran Mesir.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.       Yesus mengajarkan ketaatan mutlak kpd Allah saja (yg empunya segala-galanya) sambil bersikap penuh tgjw sebagai warga negara.
2.       Keberadaan umat Kristiani yg seharusnya dapat menempatkan diri sbg warganegara Indonesia dan WN Sorgawi dalam proporsi yg tepat dan benar. Apakah kita melakukan semuanya ini juga dalam rangka pengabdian kita kepada Allah, yang semata2 tidak terkurung hanya dalam wadah keagamaan? Sehingga kita mengetahui porsi yg tepat bagaimana kita bersikap dalam kehidupa sehari dalam bermasyarakat dan mempertanggungjawabkan semua tindakan di hadapan Tuhan nanti di pengadilan Surga.
3.       Keberadaan kita sebagai WN duniawi harus diejawantahkan dari iman kita thdp Yesus Tuhan kita yg Maha adil dan Maha segalaNya, sehingga kita benar dimata dunia dan di mata Tuhan.
4.       Kemampuan kita membedakan dalam bersikap membutuhkan kebijaksanaan yg mendalam dari keimanan kita mengerti seluruh isi Kitab Suci yg telah kita baca dan imani selama ini.
5.       Kebutuhan dalam bermasyarakat yg majemuk dalam wadah NKRI membutuhkan kesanggupan mengerti sepenuhnya kehendak Tuhan dalam menjalankan kebijaksanaan manusia yg mengarah ke egoisan diri dan keagungan diri, karena berlawanan dg kehendak Tuhan utk merendahkan diri.
6.       Jejak Yesus dalam membedakan kehendak Bapa dan manusia perlu kita tiru dan tetapkan dalam hati sehingga kita tidak terpengaruh dalam kejahatan yg mendarah daging dari sifat kemunafikan dunia.
7.       Peralatan persenjataan Kerajaan surga (Ef 6:13-17) perlu kita gunakan dalam menghadapi segala kuasa iblis dan daging yg selalu mengarah ke kebinasaan kekal, sehingga kita bisa bertahan dan memasuki kerajaan surga dg penuh kemurnian dan kekudusan diri, Tuhan dan malaikatpun menerima dg penuh sukacita dan sorak sorai.
8.       Dalam semua surat Paulus di tegaskan kelahiran baru dalam Roh diperlukan dan segala persiapan diajarkan disana utk menghadapi segala yg jahat di dunia ini sehingga kita dapat diangkat saat repture nanti.

9.       Kepenuhan hidup dalam kemurnian dan kekudusan jiwa membawa kita menghasilkan kebenaran dan ketulusan dalam setiap tindakan kita menghadapi segala kemungkinan hidup. 

Minggu, 10 Agustus 2014

            Kunjungan Maria            Minggu 10 August 2014
Why 11:19a-Why 12:1,3-6a
19 Maka terbukalah bait Suci Allah di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjianNya di dalam Bait Suci itu.1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas biintang di atas kepalanya. 3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yg besar berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh dan diatas kepalanya ada tujuh mahkota.4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang2 di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri dihadapan perempuan yg hendak melahirkan itu, utk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkanNya. 5  Maka ia melahirkan seorang Anak laki2, yg akan menggembalakan semua bangsa dg gada besi; tiba2 Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke tahtanya. 6 Perempuan itu lari ke padang gurun, dimana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara disitu seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
1 Kor 15:20-26
20 Tetapi yg benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara org mati, sbg yg sulung dari org2 yg telah meninggal. 21 Sebab sama spt maut datang krn satu org manusia, dmk juga kebangkitan org mati datang krn satu org manusia. 22 Karena sama spt semua org mati dalam persekutuan dg Adam, dmk pula semua org akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dg Kristus. 23 Tetapi tiap2 org menurut urutannya:Kristus sbg buah sulung, sesudah itu mereka yg menjadi milikNya waktu kedatanganNya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kpd Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sbg Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah kakiNya. 26 Musuh yg terakhir ,yg dibinasakan ialah maut.
Luk 1:39-56
39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kpd Elisabet. 41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yg di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dg Roh Kudus,  42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan  dan diberkatilah buah rahimmu. 43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yg di dalam rahimku melonjak kegirangan. 45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yg dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,  47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku ,  48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,  49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan2 besar  kepadaku dan nama-Nya  adalah kudus.  50 Dan rahmat-Nya turun-temurun  atas org yg takut akan Dia. 51 Ia memperlihatkan kuasaNya dg perbuatan tangan-Nya  dan mencerai-beraikan org2 yg congkak hatinya;  52 Ia menurunkan org2 yg berkuasa dari takhtanya dan meninggikan org2 yg rendah;  53 Ia melimpahkan segala yg baik kpd org yg lapar, dan menyuruh org yg kaya pergi dg tangan hampa;  54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, krn Ia mengingat rahmat-Nya, 55 spt yang dijanjikan-Nya kpd  nenek moyang kita, kpd Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Pembahasan:
Why 11:19a-Why 12:1,3-6a Pergumulan dengan Sang Naga.
Penglihatan tabut perjanjian Allah terlihat. Di PL tabut perjanjian melambangkan hadirat Allah di tengah2 umat Israel,walaupun hanya Imam Besar yg dapat melihatnya, dan itu pun hanya sekali setahun. Tetapi kalau Tuhan Yesus sudah kembali ke dunia ini, maka secara terang-terangan hadirat Allah ada di tengah2 umat Allah. Apa yg dikatakan melalui lambang dalam ayat ini, nanti akan menjadi kenyataan dalam Wahyu 21-22, terutama dalam Why 21:3. Menurut legenda umat Yahudi (misalnya dalam 2 Makabe 2:7), tabut perjanjian Allah akan muncul lagi di tengah2 umat Israel.Menurut Kitab Wahyu, tabut perjanjian Allah muncul di dalam Bait Suci Allah yang di surga. Adanya kilat, deru guruh, gempa bumi dan hujan es lebat melambangkan kedatangan atau hadirat Tuhan Allah. Dalam Why 4:5 hanya tiga dari lima unsur ini disebutkan. Dalam Why 8:5 ada empat unsur yang disebutkan. Baru dalam ayat ini kelima unsur ini muncul. Dalam pasal 16:18-21 kelima unsur ini ditulis dan dikembangkan. Menurut Bauckham,perkembangan struktur yang nyata ini berarti bahwa pasal 16:18-21 merupakan puncak perkembangan pasal 4:5; 8:5; dan 11:19. Pasal 4:5 menceritakan ruangan takhta Allah. Dari situlah berasal semua malapetaka yang dikisahkan dalam rantai hukuman ini. Dalam pasal 8:5 dikisahkan mengenai akibat pembukaan segel yang ketujuh. Dalam pasal 11:19dikisahkan mengenai akibat peniupan sangkakala yang ketujuh. Dalam pasal 16:18-21 dikisahkan mengenai akibat penumpahan cawan yg ketujuh. Dg dmk Kitab Wahyu menegaskan bahwa rantai malapetaka itu terikat menjadi satu hukuman yg berasal dari Allah sendiri. Kedatangan Tuhan kita sudah amat dekat! Tujuan pasal 12-15 adalah untuk menguraikan apa yg telah dikemukakan melalui dua tambahan yg sudah ada, yaitu perihal peperangan antara umat Allah dan musuh2 Allah serta kemenangan umat Allah yg bersaksi, yang tetap setia sampai mati. Itulah sebabnya beberapa istilah dari dua tambahan pertama diulangi dalam bagian ini, yaitu: 144.000 (7:4 dan 14:1); masa waktu tiga setengah tahun (11:2-3 dan 12:6, 14; dan 13:5); dan binatang (11:7 dan pasal 13).Ada mitos kafir yg mirip dengan visi ini, yakni kisah tentang seorang perempuan yang melahirkan dan seekor naga yang melawan perempuan tersebut. Menurut Beasley-Murray,mitos yang paling mirip adalah legenda kelahiran Dewa Apolos anak Dewi Leto. Menurut mitos itu, ada seekor naga yang bernama Python, dia diberitahu bahwa dia akan dibunuh oleh anak Dewi Leto. Karena itu, naga tersebut mengejar Leto dengan maksud untuk membunuhnya sebelum Dewi Leto sempat melahirkan. Tetapi dewa laut, yaitu Poseidon, menolong Leto dengan menempatkannya di Pulau Ortygia. Untuk melindungi Leto, Poseidon menurunkan Pulau Ortygia di bawah permukaan laut, sehingga naga Python tidak dapat menemui Dewi Leto. Setelah dilahirkan, Apolos dg segera menjadi dewasa, dan empat hari kemudian dia pergi membunuh naga Python.
1 Kor 15:20-26 Faedah buah sulung. 
Sementara orang Kristen di Korintus tidak dapat menerima kebangkitan org2 mati 1Ko 15:12. Org2 Yunani menganggap gagasan kebangkitan sbg gagasan yg terlalu kasar, Kis 17:32, sedangkan org2 Yahudi dahulu sudah memfirasatkannya,Maz 16:10, Ayb 19:25; Yeh 37:10, dan kemudian dg tegas mengajarkannya, Dan 12:2,3; 2Ma 7:9. Dg maksud menentang pendapat org2 Korintus yg salah itu, Paulus bertitik tolak ajaran dasari dari pemberitaan Injil, yaitu: peristiwa Paskah: Yesus wafat dan dibangkitkan, 1Kor 14:3-4 (bdk Rom 1:4; Gal 1:2-4; 1Te 1:10, dll). Ajaran itu diuraikan dg menyebut sejumlah penampakan Yesus yg dibangkitkan,1Kor 14:5-11, bdk Kis 1:8. Dg bertitik tolak dmk Paulus memperlihatkan betapa pendapat org2 Korintus itu tidak masuk akal, 1Kor 14:12-34, bdk 1Kor 15:13. Kristus dibangkitkan sbg yg sulung dari antara org2 mati dan Iapun akan menyebabkan kebangkitan org2 lain, 1Kor 14:20-28, bdk Rom 8:11. Pada akhir uraiannya Paulus menanggapi kesulitan2 mengenai cara org2 mati akan bangkit,1Kor 15:35-53. Seluruh pembahasan itu ditutup dg pengucapan syukur kpd Allah, 1Kor 15:54-57. Dalam mempelajari pasal ini sangat menolong apabila orang memiliki sedikit pengenalan ttg pandangan hidup Yunani. Pada umumnya org2 Yunani percaya pada keabadian jiwa, tetapi mereka tidak percaya pada kebangkitan tubuh. Bagi mereka kebangkitan tubuh tidak mungkin mengingat fakta bahwa mereka menganggap tubuh merupakan sumber kelemahan dan dosa manusia. Karena itu kematian sangat dinantikan, sebab melalui kematian jiwa akan dibebaskan dari tubuh; tetapi kebangkitan tidak diharapkan sebab itu berarti jiwa akan kembali turun ke kubur dengan tubuh. Inilah skeptisisme yang dijumpai Paulus di Atena (bdg. Kis. 17:31, 32), dan yang dihadapi oleh umat Kristen di dunia modern ini. Tiap hari kita bergumul melawan dosa. Tiap hari kita harus berhadapan dengan berbagai masalah pelik. Untuk apalagi hidup yang sudah sukar dan sulit itu ditambah-berati oleh penderitaan demi Kristus bila Dia tidak bangkit? Tetapi bila ada orang seperti Paulus yang mampu menjaga kekudusan dan tegar berkorban, dari mana datangnya kemungkinan itu bila bukan memang Kristus berkuasa di dalamnya?
Luk 1:39-56 Allah yang berpihak
Mulai Luk 1:5 ini sampai bab 3 Lukas meniru bahasa Yunani dari Septuaginta yang berbau bahasa Semit (Ibrani). Banyak ayat dalam bagian ini mengingatkan PL yg kerap disinggung. Keseluruhannya memberi kesan ketuaan. Lukas menghidupkan kembali suasana kalangan "org miskin", bdk Mat 5:3, di mana tokoh2 yg berperan dalam kisahnya ini hidup. Dari kalangan itupun Lukas mendapat informasinya. Sukacita seharusnya menjadi tanggapan bagi orang yang menerima rencana Allah dan terlibat di dalamnya. Sukacita inilah yang ditekankan Lukas dalam Injilnya, khususnya pada perikop ini.Sukacita ini terjadi saat Maria mengunjungi Elisabet. Bayi di dalam rahim Elisabet sampai melonjak ketika mendengar salam Maria (41, 44). Lalu Elisabet mengucapkan berkat bagi Maria krn telah dipilih menjadi ibu Tuhan (42-43). Maria percaya bahwa perkataan Allah akan digenapi (45). Meskipun apa yg akan terjadi pada Maria kelihatan mustahil, tetapi Elisabet percaya akan kasih setia Allah. Oki, ia tidak cemburu meski mengetahui bahwa Maria menerima berkat yg lebih besar. Ini membuat Maria bersukacita atas karya terbesar Allah bagi dunia melalui dirinya. Sukacita ini diekspresikan dalam pujian yang sering disebut Magnificat (memuliakan dari bahasa Latin, yang diambil dari awal pujian Maria).
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.     1.       Perempuan dalam Why 12 merepresentasikan umat Allah, yang dalam segala penderitaan, pergumulannya menjadi sarana yang melaluinya Sang Mesias, Juruselamat hadir ke dalam dunia (bdk. Rom 9.5).
2.      2.  Kedatangan-Nya ke dalam dunia ini laksana seorang yg merampok rumah seorg kuat. Ia menaklukkan Iblis, dan kemudian melalui Injil-Nya, manusia diselamatkan. Meskipun Iblis murka, tetapi ini menjadi pertanda bahwa nasib akhirnya sudah ditentukan dan tinggal menunggu waktu untuk menjalani kekekalan dlm penghukuman ilahi. Itulah sebabnya ia berupaya sekuat tenaga memerangi pengikut setia Kristus. Namun, Allah melindungi umat-Nya, meski mereka tetap harus mengalami berbagai-bagai perjuangan.
3.     3.   Bagi org Korintus kebangkitan tubuh tidak mungkin mengingat fakta bahwa mereka menganggap tubuh merupakan sumber kelemahan dan dosa manusia. Karena itu kematian sangat dinantikan, sebab melalui kematian jiwa akan dibebaskan dari tubuh; tetapi kebangkitan tidak diharapkan sebab itu berarti jiwa akan kembali turun ke kubur dg tubuh. Inilah skeptisisme yg dijumpai Paulus di Atena (Kis. 17:31, 32), yg dihadapi umat Kristen di dunia modern ini.
4.       Maria memuliakan Allah karena karya Allah bagi dirinya. Ia yang rendah telah diperhatikan Allah sehingga segala keturunan akan menyebutnya berbahagia.' Maria memuji karya Allah atas orang yg takut akan Dia, sebaliknya Dia akan mempermalukan org yg menjadi musuh-Nya (Luk 1:50-53). Allah dipuji karena telah membuat harapan umat-Nya terwujud melalui Putra yang akan dilahirkan Maria (Luk1:54-55).
5.    Perbuatan2 besar-Nya, terutama melalui peristiwa Kelahiran Yesus, membuktikan hal itu (Luk1:47-49). Tetapi, tidak hanya kpd Maria saja. Nyanyian pujian Maria yg sarat dg kutipan dan singgungan kpd nas-nas PL ini juga menyatakan bahwa Allah berpihak kpd mereka yg takut akan Dia (Luk1:51), kepada org2 rendah (Luk 1:52), kepada org miskin (Luk1:53), dan terakhir kpd Israel, yg disebut "hamba-Nya" (Luk1:54-55). Karena itu, Allah memposisikan diri melawan orang-orang yang congkak dan angkuh (Luk1: 51), yang berkuasa (Luk1:52), dan yang kaya (Luk1:53).
6.  6.   Keberpihakan Tuhan pada manusia dalam diri Maria memberikan belas kasihan yg lengkap dan terwujud sejak dahulu kala semenjak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, dalam diri Yesus yg sempurna adanya sebagai Anak Domba.
7.      7.  Kemampuan Maria membawa diri dalam hikmat mengikuti Taurat Tuhan menyempurnakan kehadiran Yesus dan penyelenggaraan kesempurnaan Rencana Besar Tuhan dalam diri Yesus hingga disalib sebagai buah kesulungan dalam menyelamatkan manusia dalam belenggu dosa dan maut yg selama ini manusia takuti.
8.       8. Kunjungan Maria memiliki tujuan dua hal: Maria ingin mengungkapkan kebahagiaan dan rasa kasihnya krn sepupunya Elisabet juga mengalami kasih karunia Allah, mengandung anak yang Allah persiapkan untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias. Untuk berbagi pergumulan, krn anugerah Allah atas dirinya.
9.       9.Maria sbg wakil manusia yg berserah penuh dalam doa dan perbuatan, tanpa mengerti KS seluruhnya dan mengimani apa yg ada tak mungkin dia menerima semua penderitaan ini.

Senin, 04 Agustus 2014

Kepekaan Tuhan                               Minggu 3 Agustus 2014
Yes 55:1-3
1 Ayo, hai semua org yg haus, marilah & minumlah air, dan hai org yg tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!2 Mengapakah kamu belanjakan uang utk sesuatu yg bukan roti,& upah jerih payahmu utk sesuatu yg tdk mengenyang kan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yg baik dan kamu akan menikmati sajian yg paling lezat.3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kpdKu; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dg kamu, menurut kasih setia yg teguh yg Kujanjikan kpd Daud.
Rm 8:35-37
35 Siapakah yg akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sbg domba2 sembelihan."            37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada org2 yg menang, oleh Dia yg telah mengasihi kita.
Mat 14:13-21
13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dg perahu ke tempat yg sunyi. Tetapi org banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dg mengambil jalan darat dari kota2 mereka.14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat org banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kpd mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.15 Menjelang malam, murid2Nya datang kpdNya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah org banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."16 Tetapi Yesus berkata kpd mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."17 Jawab mereka: "Yg ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kpdKu."19 Lalu disuruh-Nya org banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid2Nya, lalu murid2Nya membagi-bagikannya kpd org banyak.20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian org mengumpulkan potongan2 roti yg sisa, dua belas bakul penuh.21 Yg ikut makan kira-kira 5.000 laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Pembahasan:
Yes 55:1-3 Keajaiban firman Tuhan
Apa yang Allah janjikan dalam firman-Nya? Pertama, firmanNya adalah makanan dan minuman bagi jiwa, yang diberikan-Nya sebagai anugerah (ayat 1). Jangan mencari alternatif apapun untuk memuaskan dahaga rohani kita (ayat 2-3a). Dia sendiri sudah menetapkan hamba-Nya, Mesias keturunan Daud, sebagai agen keselamatan ini (ayat 3b-5).Kedua, ketika Allah berfirman, Ia juga menyatakan diri-Nya, Ia hadir di antara kita. Kita tidak dapat memisahkan firman-Nya dengan diri-Nya sendiri. Itu sebabnya, mencari Tuhan (ayat 6) adalah mencari firman-Nya. Ketiga, firman-Nya, jauh melampaui pemahaman kita (ayat 8-9). Dia adalah Allah yg tidak terbatas, firmanNya juga tidak terbatas. Namun segala kehendak-Nya dan apa yg Dia firmankan adalah untuk kebaikan kita. Keempat, firman-Nya sungguh berkuasa (ayat 10, 11, 13). Keadaan yang rusak, suasana yang mengerikan dan kehidupan yang sulit, secara ajaib akan berubah dengan baik ketika firman-Nya datang (ayat 13). Kelima, ada hormat dan pujian bagi orang yang memberitakan firman Tuhan (ayat 12) karena melalui dia, nama Tuhan dimahsyurkan. Firman-Nya ya dan amin. Kita yg sudah menerima keselamatan dan yg diberdayakan oleh FTNya demi misi-Nya, mari giat mengabarkan Injil agar lebih banyak lagi org yg merespons undangan anugerah ini. Sebaliknya, Allah hendak melimpahi mereka dengan segala berkat yang terbaik agar mereka memiliki hidup yang penuh sukacita, bermakna, dan berpengharapan. Tuhan berjanji siapa saja yang menyambut undangan tsb akan menikmati hidup yg lebih baik drpd yg selama ini mereka alami (ayat 1-2). Allah menuntut respons segera yg benar dari umat-Nya thdp undangan tsb. Umat-Nya harus mencari Allah dan meninggalkan dosa mereka agar pengampunan-Nya berlaku dan pemulihan-Nya dinyatakan (ayat 6-7). Inilah cara Allah menyelamatkan umat-Nya sesuai dg firman-Nya. Bila umat Allah merespons dengan benar, mereka akan bersukacita serta menikmati kembali berkat-berkat Allah bersama dg segenap alam dan hidup mereka akan senantiasa memuliakan Allah (ayat 12-13).Apakah yg akan seseorang peroleh tatkala ia menerima undangan keselamatan dari Allah? Pertama, ia akan menikmati hidup yg penuh sukacita dan persekutuan yg intim dg Tuhan. Kedua, ia akan menjadi berkat bagi byk org dan hidupnya memuliakan Tuhan. Ketiga, hidupnya kembali harmonis serta berdamai dg sesama manusia dan alam.Kemerdekaan yg dinikmati manusia merup hasil dari penggenapan rancangan Allah yg luar biasa. Tetapi Allah menegaskan bahwa yg tak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Rancangan Allah itu selain mendatangkan kemasyhuran bagi namaNya, jua mendatangkan kesejahteraan bagi umatNya (12-13). Dalam menggenapkan rancangan-Nya itu, Allah menawarkan kasih dan kehidupan. Yang dimintaNya hanyalah suatu penyerahan yg penuh & pertobatan total dari umat-Nya.
Rm 8:35-37 Kasih Kristus kekal 
Kalau Allah ada di pihak kita, dan kalau Kristus adalah Pembela kita, maka tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Ayat ini ditulis oleh seorang hamba Tuhan yang sungguh mengerti arti dari setiap istilah yang dipakai, karena dia sendiri sudah mengalami semuanya, kecuali yang terakhir. Tidak kebetulan saja Paulus memakai tujuh istilah untuk mencakup seluruh pengalaman manusia yang rupanya menantang hadirnya kasih Allah. Tetapi sebenarnya pengalaman2 tsb dari aiwn/aion lama sama sekali tidak menyangkal kasih Allah, karena kita sudah mengerti bahwa kesusahan dan penderitaan dipakai oleh Allah untuk spy kita dibentuk dalam tanganNya.Dia ada bersama dan mendampingi kita. Jadi, apa pun yg terjadi pada kita, di mana pun kita berada, kita tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah. Penderitaan tidak akan dapat memisahkan kita dari Allah. Justru penderitaan menolong kita untuk menghisabkan diri kita dg Dia. Melalui penderitaan, kita justru akan semakin merasakan kasihNya. Ayat 37-39 mengajak kita melihat semua penderitaan itu dari sudut Kristus yg mengasihi kita, shg kita diyakinkan bahwa baik maut maupun hidup, malaikat, pemerintah, kuasa2, dan makhluk lain tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yg ada dalam Yesus.Mungkin kadangkala penderitaan membuat kita beranggapan bahwa kita telah ditolak oleh Yesus. Akan tetapi, Paulus menyatakan bahwa tidak mungkin Kristus berbalik menolak kita atau Allah berbalik memusuhi kita. KasihNya melindungi kita dari berbagai bentuk kekuatan apa pun yg berupaya menguasai dan mengalahkan kita. KasihNya yg begitu besar seharusnya membuat kita merasa aman di dalam Dia.Segala yg kita perlu tertampung dalam Yesus Kristus. Jika Allah di pihak kita, siapakah yg akan melawan kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Kasih Allah dalam Kristus menjamin kita sempurna kini dan kekal. Lebih dari org2 yg menang.
Mat 14:13-21 Hati yang peka.
Yesus peka akan keadaan org banyak. Mereka kekurangan makanan. Timbullah belas kasihan Yesus. Org banyak tidak mempunyai makanan. Yesus juga peka akan pendengar2Nya. Meski jumlah mereka banyak, Ia masih memiliki waktu dan kesempatan untuk berbicara dan melayani mereka secara pribadi. Yesus melibatkan para murid. Yesus berhati peka, dan Ia ingin para murid-Nya pun peka bahkan sedia memberi. Murid2 hanya memiliki lima roti dan dua ikan. Jumlah yg mustahil. Akan tetapi, di hadapan Yesus bukan jumlah yg membuat mustahil/ tidak. Lima roti dan dua ikan yg telah diberkati Yesus itu membuat semua org kenyang. Tidak cukup kita memiliki Yesus, kita harus juga membagi keberkatan dalam Yesus itu kpd sesama kita yg berkekurangan. Yesus ingin para muridNya semakin mengenalNya, bukan hanya sebagai Guru, tetapi sbg Anak Manusia dan Mesias yg dinantikan. Pertama, Yesus menyatakan diri-Nya sbg Tuhan bagi kebutuhan jasmani sehari-hari (ayat 17-21). Sebelumnya murid2 mengenal-Nya sbg Guru yg berkuasa atas segala penyakit. Mereka tidak pernah mengira bgm Yesus dapat melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan shg memuaskan beribu-ribu org. Pemahaman awal bahwa Yesus hanya sbg Tabib telah membatasi para murid untuk menyerahkan 5 roti dan 2 ikan pada kuasa Yesus. Kedua, Yesus menyatakan diri-Nya sbg Anak Allah yg berkuasa atas alam (ayat 25-33). Pemahaman mereka bahwa setan yg biasa melakukan hal-hal yg supranatural telah membatasi pengenalan mereka akan Yesus. Pengenalan akan Yesus seharusnya merupakan proses yg dinamis, bila kita tidak membatasinya dg pemahaman awal yg salah. Ia adalah Allah yg dinamis,yg tidak terbatas,yg selalu baru, dan yg kekal. Berbeda dengan para murid-Nya. Mereka tidak memiliki kepekaan akan sekitarnya. Tanpa belas kasih dan iman, mereka merasa tidak sanggup memberi makan orang banyak. Di mana saja ada belas kasihan, di situ ada kepekaan yang terwujud dalam pelayanan. Dan, di mana ada pelayanan, di situ ada berkat yang mengalir dengan limpah.Yesus yg peka dan menguasai serta mengatasi segala sesuatu. Dia tidak membiarkan para murid dipermainkan gelombang dan ketakutan. Ia mendatangi mereka, namun para murid yg tidak peka itu tidak mengenali-Nya, bahkan mengira-Nya hantu. Tidak stabil iman dan pengharapannya.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.      Kepekaan hati Yesus yg berbelas kasih tdk memperdulikan jumlah sedikit/banyaknya benda yg akan diterima, kita hanya mengharapkan semua dalam anugrah Tuhan yg besar, shg 5000 org bisa kenyang.
2.      Rancangan Allah itu selain mendatangkan kemasyhuran bagi namaNya, jua mendatangkan kesejahteraan bagi umatNya (12-13). Dalam menggenapkan rancangan-Nya itu, Allah menawarkan kasih dan kehidupan. Yang dimintaNya hanyalah suatu penyerahan yg penuh & pertobatan total dari umat-Nya.
3.      Pengenalan akan Yesus seharusnya merupakan proses yg dinamis, bila kita tidak membatasinya dg pemahaman awal yg salah. Ia adalah Allah yg dinamis,yg tidak terbatas,yg selalu baru, dan yg kekal. Berbeda dengan para murid-Nya. Di mana saja ada belas kasihan, di situ ada kepekaan yang terwujud dalam pelayanan.
4.      Perhatikanlah, bila kita ingin mendapatkan kenikmatan hidup, yg sungguh2 nikmat, bawalah apa yg mau kita nikmati itu kepada Kristus, sebab segala sesuatu dikuduskan oleh firman-Nya dan melalui doa kpdNya. Itulah yg membuat kita sejahtera dan makmur, krn apa yg kita serahkan ke dalam tangan Yesus, itu akan dipakai-Nya sesuai kehendak-Nya; dan ketika kita mengambilnya kembali, itu akan berlipat ganda manisnya bagi kita.
5.      Apabila Kristus dan firman-Nya menjauh dari kita, alangkah baiknya bagi kita untuk mengikutinya sekalipun darah dan daging merasa berat. Dahulukan apa yg terbaik bagi jiwa kita drpd segala keuntungan duniawi apa pun. Sesudah tabut perjanjian diangkat, kamu harus berangkat dari tempatmu dan mengikutinya (Yos. 3:3).
6.      Disuruh-Nya orang banyak itu duduk, yang menyiratkan bahwa sewaktu Ia berkhotbah, mereka mendengarkan sambil berdiri, yang merupakan suatu sikap hormat dan kesiapan untuk bertindak. Yesus Tuhan kita tidak memamerkan, dalam pesta ilahi itu, kekayaan2 kerajaan yg lebih mulia dari itu, ataupun kebesaran yg lebih semarak/ bahkan kedaulatan-Nya atas alam semesta sendiri. Di sini bahkan tidak ada kain yang dibentangkan sebagai alas, tidak ada piring atau serbet yang diletakkan, atau pisau dan garpu, malah tidak ada satu kursi pun untuk diduduki; seakan-akan Kristus memang sengaja hendak menyurutkan kembali dunia ke dalam kepolosan dan kesederhanaan, dan dg dmk ke dalam kemurnian dan kebahagiaan, seperti yang dialami Adam di Taman Firdaus; begitulah, Ia menyuruh org banyak itu duduk di rumput. Dg melakukan segala sesuatu seperti ini, tanpa kemegahan atau semarak apa pun, Ia dengan jelas menunjukkan bahwa Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, juga datang tanpa tanda-tanda lahiriah.
7.      Panggilan Allah kpd Israel untuk bertobat bukan untuk mengurangi kebahagiaannya. Sebaliknya, Allah hendak melimpahi mereka dg segala berkat yg terbaik agar mereka memiliki hidup yg penuh sukacita, bermakna, dan berpengharapan. Saat penyelamatan sudah tiba. Undangan keselamatan pun sudah diserukan. Tuhan berjanji siapa saja yg menyambut undangan tsb akan menikmati hidup yg lebih baik daripada yg selama ini mereka alami (Yes 55:1).
8.      Sejak dahulu Tuhan telah peka akan umatNya, sejak Abraham yg ingin mempersembahkan Ishak anak tunggalnya, dan penderitaan org Ibrani dalam penindasan Mesir telah didengar oleh Tuhan, semua itu akan menyempurnakan karyaNya dalam Kasih dalam diri manusia.
9.      Kita manusia saja yg tdk peka akan kasih Tuhan yg besar, terkadang kita menolak didikan dan harapan besar Tuhan atas hidup kita, kita tidak mengerti jalan yg akan ditunjukkanNya karena kita terkadang memiliki anggapan yg besar akan hidup sendiri dan keegoisan diri yg tinggi, selayaknyalah kita berserah dalam semua rencana Tuhan dalam diri kita.
10.Rasul Paulus menyatakan keyakinan imannya, bahwa tidak ada yang dapat melawan, menggugat, dan memisahkan orang percaya dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus. Justru karena Kristus sudah menghadapi kematian, lalu bangkit dan dipermuliakan maka Dia menjadi Pembela kita di saat kita menghadapi berbagai penderitaan dan penganiayaan (Rm 8:34-36), yang memang harus dihadapi oleh setiap anak Tuhan. Dia ada bersama dan mendampingi kita.