Minggu, 15 Februari 2015

Jalan Keselamatan

                  Jalan Keselamatan     Minggu, 22 February 2015
Kej 9:8-15
8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia:9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
1 Ptr 3:18-22
18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.
Mrk 1:12-15
12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Pembahasan
Kej 9:8-15 Kisah Penyelamatan Nuh
Bagian ini menyatukan dua ceritera sejalan mengenai peristiwa yang sama. Cerita pertama berasal dari tradisi Yahwista. Ia bergaya bahasa hidup dan berwarna-warni dan merangkum Kej 6:5-8; 7:1-5,7-10 (berupa saduran), Kej 6:12,16,17,22; 8:2-3,6-12,13,20-22. Cerita kedua berasal dari tradisi Para Imam. Bahasa dan rumusannya lebih tepat dan lebih dipikirkan masak2, tetapi gaya bahasanya kurang menarik. Ia merangkum Kej 6:9-22; 7:6-11,13-16,18-21,24; 8:1-2,3-5,13,14-19; 9:1-17. Penyadur yg menyatukan kedua ceritera itu mempertahankan corak khas masing2 cerita. ia sama sekali tidak berusaha menghilangkan beberapa perbedaan antara kedua tradisi tsb. Ada juga terpelihara beberapa cerita mengenai air bah yg berasal dari Babel. Cerita2 itu sama dg yg tercantum dalam Alkitab. Alkitab tidak dari cerita2 Babel, namun bersumber pada tradisi asli itu berupa beberapa banjir dahsyat yg pernah melanda lembah sungai Tigris dan Efrat. Lama kelamaan  diperbesar sampai menjadi air bah yg melanda seluruh bumi. Hanya cerita KS memperkaya kisah rakyat asli itu dg ajaran mengenai keadilan dan kerahiman  Allah dan dg ajaran mengenai kedosaan manusia serta keselamatan yg dikaruniakan Allah kpd org benar (Ibr 11:7). Air bah merupakan penghakiman Allah dan mengibaratkan penghakiman di akhir zaman, Luk 17:26 dst; Mat 24:37 dst, sama spt keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada Nuh menjadi lambang keselamatan yg diperoleh manusia melalui baptisan, 1Ptr 3:20-21.Manusia diberikan satu lagi kesempatan untuk memulai sesuatu yg baru dari awal. Kesempatan dari Allah tsb seharusnya menjadi cambuk yg menyakitkan bagi kita. Betapa tidak, Allah yg telah kita kecewakan, malah melimpahkan semarak berkat-Nya. Allah tidak hanya memberi kesempatan, tetapi juga menitipkan ciptaan baruNya itu kepada kita. Sungguh penghormatan yg luar biasa! Perikop dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama, ayat 1-7, yang memuat ttg mandat Allah kepada Nuh untuk menghuni, menguasai, dan memelihara bumi. Uraian ini tampaknya merupakan pengulangan dari pasal 1:1-2:4a, tentang riwayat penciptaan.( Pertama, perintah untuk memenuhi bumi (ayat 1,7) dan janji Allah untuk membuat ciptaan lain tunduk kepada manusia (Kej 9: 2), tepat seperti yang telah ucapkan Allah kepada Adam di pasal 1:28. Kedua, Allah memberi jaminan bahwa Ia akan mempertahankan kelangsungan hidup mereka (Kej9:5). Ketiga, Allah tetap mengklaim bahwa manusia adalah gambar Allah (Kej 9:6), merupakan penegasan ulang dari Kej1:26-27. Manusia masih diberi kehormatan untuk menyandang gambar Allah.) Bagian kedua adalah ayat 8-17. Allah memanggil segala makhluk hidup (Kej 9: 9,10) untuk mengadakan perjanjian dg Dia dalam alam ciptaan yang sudah dipulihkan. Isi perjanjian adalah bahwa Allah berjanji untuk tidak mendatangkan lagi air bah (Kej 9:11). Janji yang ditandakan dengan pelangi "busur" (Kej 9:12) ini mengandung pengertian bahwa seakan-akan Allah meletakkan senjata-Nya seraya mengumumkan damai. Pelangi melambangkan kasih pemeliharaan Sang Pencipta yang melingkupi (melengkung) di atas segala ciptaan.
1 Ptr 3:18-22 Menang dalam penderitaan
Bagian ini ada berbagai unsur syahadat iman: kematian Kristus, 1Ptr 3:18; turunnya ke dalam dunia org mati, 1Ptr 3:19; kebangkitanNya, 1Ptr 3:21; dudukNya di sebelah kanan Allah, 1Ptr 3:22; penghakiman org yg hidup dan yg mati, 1Ptr 4:5. Pada umumnya org tidak berbuat jahat kpd org yg berlaku baik dan benar kpdnya. Tetapi tidak selalu demikian. Bisa terjadi sebaliknya. Perbuatan baik yg kita lakukan dibalas dg perbuatan jahat sampai kita menderita. Petrus menegaskan, bila itu kita alami, kita harus tetap melakukan yg benar. Penderitaan meski membuat fisik kita terluka, tetap akan membuat kita berbahagia; krn kita sedang melakukan kehendak Allah. Petrus menekankan, apabila kita mengalami penderitaan krn kebenaran, kita harus memandang kpd Yesus. Ia sangat menderita krn dosa kita. Ia menderita meski Ia benar. Ia diperlakukan tidak adil meski Ia berlaku adil. Krn itu, kesediaan menderita ini pun seharusnya menjadi karakteristik kita. Dg meneladani Kristus, kita lebih siap meninggalkan cara hidup lama yg dikuasai hawa nafsu dan siap menanggung derita karena berbuat baik. Kita harus siap berlaku benar meski kita harus menderita. Menguduskan Kristus di dalam hati sbg Tuhan, adalah nasihat Petrus agar memiliki komitmen yg sungguh kpd Kristus. Siap sedia kapan pun dan di mana pun mempertgjwkan iman kita di hadapan siapa saja. Konteks ini adalah menjadikan hidup Yesus teladan dan sumber ketahanan org Kristiani ketika harus menderita krn kebenaran. Ini perlu kita jadikan tempat beranjak untuk mengerti ayat-ayat sulit yg diapitnya. Berarti yg ingin ditekankan Petrus dari Kristus ialah teladan, kemenangan dan dampak positif kematian-Nya. Bagian ini tidak mengajarkan bahwa sesudah kematian orang masih berkesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. Petrus ingin menegaskan bahwa bahkan pada saat kematianNya, Kristus menang sebab rohNya tidak mati, tetapi bebas dan mewartakan kemenangan-Nya. Ttg ini, ada empat pendapat. Pertama, roh-roh terpenjara itu adalah anak2 Allah dan mereka yg jatuh ke dalam dosa. Kedua, proklamasi yg Kristus lakukan mirip tugas Nuh yg mengajarkan org2 zamannya untuk bertobat. Ketiga, roh-roh tsb adalah org2 pilihan Allah yg belum sempat mendengar Injil. Keempat, roh-roh tsb adalah org2 Yahudi yg terpenjara oleh Taurat dan menanti2kan Mesias. Entah mana yg tepat, yg pasti tidak ada kekuatan apa pun dapat menghentikan kemenangan dalam dan menurut Kristus. Ia rela menderita bahkan berkorban bagi org2 yg tidak benar, meski diriNya benar adanya. TubuhNya dapat dibunuh, tetapi rohNya tidak (1 Ptr 3:18). Itu sebab, Ia bangkit, naik ke surga dan dari sana memerintah segala sesuatu (1 Ptr 3:22). Dg mengacu kpd Tuhan Yesus, Petrus ingin mengobarkan harapan di dalam mereka yg sedang menderita karena Dia. Ia menang dalam kematianNya, mereka pun demikian.
Mrk 1:12-15 Baptisan dan pencobaan
Markus tidak berceritera dan barangkali tidak tahu akan ketiga percobaan yg dialami Yesus spt diceritakan Matius dan Lukas. Kedua penginjil itu memungut cerita itu dari salah satu sumber lain. Binatang2 liar yg disebut Markus mengingatkan zaman Mesias sebgm dinubuatkan beberapa nabi: damai sejahtera Firdaus dipulihkan, Yes 11:6-9, zaman Mesias juga dihubungkan dg padang gurun., Hos 2:16, sebab masa tinggalnya Israel di gurun dianggap masa bahagia dan baik, Am 5:25;Hos 2:17; Hos 11:1-4; Hos 12:10; Yer 2:2-3. Malaikat2 yg melayani Yesus melambangkan perlindungan dari pihak Allah, Maz 91:11-13 yg dikutip Mat 4:6 dsb. Yohanes menawarkan baptisan pertobatan bagi org2 yg mau diampuni dosanya. Banyak org yg merespons panggilan ini dg mengakui dosa dan memberi diri dibaptis. Lalu mengapa Yesus mau dibaptis juga? Ia bukan pendosa! Alkitab jelas mengatakan bahwa Ia adalah Anak Allah yg kudus, tak berdosa. Dari Injil Matius kita dapat mengetahui bahwa itu memang rancangan Allah bagi Yesus, yakni sbg identifikasi diri dg manusia yg berada dalam keberdosaan, kegagalan, dan kelemahan. Jadi keputusan Yesus untuk dibaptis berasal dari ketaatan-Nya. Baptisan merup perlambang dari pelayanan yg akan Yesus masuki: memungkinkan pendosa untuk bertobat, menemukan pengampunan, dan memasuki kehidupan baru. Baptisan Yesus mengungkapkan bahwa Yesus memiliki relasi dengan Bapa dan Roh Kudus. Bukti lain, Yesus menang terhadap pencobaan (ayat 12- 13). Roh Kudus tetap menyertai-Nya. Bukti apa lagi? Menurut kepercayaan Yahudi binatang2 buas dan liar tidak akan melukai org benar. Kepercayaan spt ini terekam dalam Ayub 5:22 dan juga terlihat dalam kehidupan Adam sebelum jatuh ke dalam dosa. Yesus hidup di tengah binatang buas juga menunjukkan bahwa Ia adalah Mesias. Yes 11:6-7 dan Hos 2:17 menubuatkan bahwa ketika Mesias datang, binatang2 akan hidup harmonis kembali. Juga perlindungan Allah terungkap, spt Dia melindungi Daniel (Dan 6:23), demikian juga Allah melindungi Yesus. Melalui dan di dalam peristiwa baptisan, kita menyaksikan penyataan diri Allah Tritunggal.BaptisanNya di sungai Yordan menggambarkan penderitaan yg akan Dia alami di kayu salib, ketika Ia memikul dosa dunia. Jua merup pernyataan kasihNya pada dunia yg terhilang. Saat Yesus keluar dari air baptisan, langit terbuka! Lalu ada manifestasi Roh Kudus dalam rupa burung merpati, dan Allah bersuara, menyatakan perkenanNya (Mrk1:11). Itu mempertegas identitas dan misi Yesus. Kemudian Yesus diterjunkan ke medan perang. Ia harus berhadapan dg si Iblis. Seperti baptisan, pencobaan juga memperlihatkan keberadaan Yesus sbg Anak Allah. Sbg anak2 Allah, kita telah dibaptis dan menghadapi pencobaan juga. Kiranya kemenangan Yesus melawan Iblis membangkitkan semangat kita untuk tidak kalah atau mengalah terhadap godaan si jahat. Ingatlah juga bahwa kemenangan Yesus di kayu salib atas maut dan Iblis telah menganugerahkan pada kita kehidupan yg berkemenangan. Sebab itu, jangan sia-siakan hidup dg menyerah pada pencobaan. Ingatlah bahwa kita memiliki kuasa Roh Kudus, yg dapat menjadi kekuatan bagi kita saat harus berperang dg pencobaan. Tujuan Markus menulis Injilnya adalah jelas untuk memberi laporan bahwa perkataan dan perbuatan Yesus menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah (Mrk. 1:1). Tidak semua org melihat dan menerima bahwa Yesus adalah Anak Allah. Banyak yg menolakNya, meski tidak sedikit yg menerimaNya. Puncak penolakan adalah ketika Yesus disalibkan. Yesus disalib karena manusia tidak mau menerima kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Dari ketiga Bacaan Kami belajar bahwa:
1.       Dari jatuhnya manusia ke dalam dosa (Adam dan Hawa) masuk ke dunia Tuhan telah merencanakan sebuah plot kisah penyelamatan yang indah, yang panjang, tidak mudah, berliku, penuh perjuangan, hingga AnakNya sendiri yg datang.
2.       Nuh, terselamatkan dari bencana banjir ( scr geografis bumi kala itu sedang berkembang, shg air dapat keluar dari dalam bumi dan daratan bergerak mengerut dan memisahkan diri) merasakan kasih yang sungguh besar dari rencana penyelamatan umat manusia dan binatang (haram dan halal), shg terjadi kelangsungan hidup yang sungguh luar biasa artinya bagi pertumbuhan iman manusia sekarang ini, yang sadar akan karya keselamatan yang terus berlangsung hingga Yesus datang nanti ke dua kalinya.
3.       Penderitaan dan kematian Kristus tidak saja merup sumber bagi keselamatan kita, tetapi jua menjadi teladan yg harus kita tiru, bukti yg konkret bahwa Kasih Yesus, Bapa dan Roh Kudus adalah besar untuk karya penyelamatan manusia di dunia. Ia rela menderita bahkan berkorban bagi org2 yg tidak benar, meski diriNya benar adanya. Tubuh-Nya dapat dibunuh, tetapi rohNya tidak (1 Ptr 3:18).
4.       Petrus ingin menegaskan bahwa bahkan pada saat kematianNya, Kristus menang sebab rohNya tidak mati, tetapi bebas dan mewartakan kemenanganNya. Disini penegasan jalan keselamatan hanya ada pada Yesus sbg Mesias yg dijanjikan.
5.       Ingat kemenangan Yesus di kayu salib atas maut & Iblis telah menganugerahkan pada kita kehidupan yg berkemenangan penuh. Jangan pernah sia-siakan hidup dg menyerah pada pencobaan. Ingatlah akan kuasa Roh Kudus, yg dapat menjadi kekuatan bagi kita saat harus berperang dg pencobaan.
6.       Jalan keselamatan hanya bisa ditempuh dengan kelahiran baru (Yoh 3:3,7,melalui proses pelepasan kutuk), pertobatan, mengisi iman dengan Firman Tuhan tiap hari dan merenungkanNya siang dan malam, hingga pertobatan menjadikan kekudusan kita terus disempurnakan dalam kasih Yesus, hingga Dia bisa menerima kita (Why2:17: batu putih di dalam materai kitab kehidupan) di surga nanti.
7.       Dengan lahir baru semua akan dibukakan oleh Roh Kudus dalam diri kita, hingga kita dipimpin menuju terang Tuhan yang abadi, hanya tuntunan Roh Kudus lah semua orang bisa menerima keselamatan dalam Yesus.
8. Nuh, Petrus dan Injil Markus mengutarakan proses memperoleh jalan keselamatan, Nuh ditunjuk Tuhan untuk melepaskan dari bahaya banjir (obyek yang diselamatkan Tuhan), surat Petrus mengalami peneguhan dari murid Yesus yang ragu menjadi pendiri gereja dan menuliskan surat utk meneguhkan Yesus sebagai Mesias Putra Tuhan datang untuk menyelamatkan manusia melalui perjalanan salib yang berat dan menang atas semua itu, Markus lebih singkat menegaskan jalannya Keselamatan melalui sebuah padang pencobaan yang harus dilalui tiap manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar