Sabtu, 03 Maret 2018

Kalahkan Kebencianmu
Banyak sekali peristiwa yang bisa menjadi kebencian yang terjadi di sekitar kita, semenjak 1998, banyak kejadian yang dialami Indonesia, dua peristiwa yang sangat menonjol adalah pemerkosaan wanita Tionghua Mei 1998 dan dipenjarakannya Ahok (2017) karena sedikit ucapannya yang tdk pantas dipermasalahkan, mari kita bahas apa tindakan kita untuk mengatasi kebencian dalam diri kita.
Iblis adalah bapa semua kebencian, bapa segala iri hati. Di Alkitab berbicara ttg bagaimana Kain sangat iri dg persembahan Habel yg membumbung tinggi dan di terima Tuhan (Kej 4:4-5). Sifat iri ini diberikan iblis utk membunuh Habel. Sifat iri inilah yg menimbulkan kebencian mendalam dalam diri Kain. Peristiwa lain spt Saul iri terhadap Daud, terihat saat menghadapi Goliat (org dg tinggi 6 hasta sejengkal=3 meter), Saul sungguh ketakutan (1 Sam17:11),sedang Daud melawan hanya dg umban (bukan ketapel) (1Sam 17:50). Kemenangan yg didapat Daud jauh melebihi kemenangan yang diperoleh Saul (1 Sam 18:7). Dan masih banyak peristiwa lain.
Mari kita bahas tentang kebencian lebih mendalam. Kebencian dimulai dari mata, apa yg kita lihat membuat kita iri lalu lama kelamaan iri hati itu membuat hati kita jengkel dan dari kejengkelan itu membentuk rasa benci pada orang yang sangat beruntung selain kita. Karena manusia cenderung menjadi seorang yang sangat egois, selalu memikirkan dirinya sendiri (termasuk saya).
Mata yang harus kita hindari dari sikap kebencian adalah:
1.       Mata Hagar(Kej 16:4), membuahkan kesombongan
2.       Mata istri Lot (Kej 19:26), mengingat terus masa lalu, tidak bisa berkembang ke depan
3.       Mata Yunus (Yun 4:2), membuahkan kebencian dan iri hati dan dendam
4.       Mata Esau (Kej 25:30-34), menimbulkan kerakusan dan hawa nafsu (makan)
5.       Mata Thomas (Yoh 20:25), menimbulkan ketidakpercayaan, keraguan, dan negatif thinking
6.       Mata Yudas (Yoh 12:25), menimbulkan kerakusan, loba dan iri hati
7.       Mata org Farisi (Mrk 2:16), menaruh curiga dan menuduh tanpa alasan.
Dari mata yang kita bahas diatas, terlihat bahwa kedagingan menimbulkan semua bahaya dosa, upah dosa yang matang adalah maut, hanya Yesuslah yang bisa melepaskan diri dari kuasa maut dg bangkit dari kematian (alam maut Mrk 16:6). Jadi berpeganglah teguh pada perintah Tuhan (baca Kitab Suci tamat), percaya akan janjiNya, hidup kita akan diberkati (Yer 17:7)
Ketika seseorang semakin dekat dengan Tuhan, semakin dalam persekutuan kita denganNya, maka kita akan semakin peka terhadap dosa. Bukankah kita berduka dan terbakar dg kemarahan ketika nama Tuhan dicemooh;di sini kita melihat kemunafikan rohani; ketika kita melihat ketidak-percayaan dan perilaku fasik yg ditunjukkan dengan begitu terang-terangan?  Tuhan tidak perlu dibela, karena kuasaNya yang Maha Dahsyat memampukan segalaNya terjadi (Kel 14:14). Semakin kita memahami sifat dan karakter Tuhan, semakin kita akan menjadi serupa denganNya (Luk 6;40). Kita akan semakin membenci hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan naturNya.
Namun, kebencian yang negatif pastinya adalah kebencian yang diarahkan terhadap sesama. Yesus menyebutkan kebencian dalam Khotbah di Bukit: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum" (Mat 5:22). Tuhan sangat membenci dosa (Kej 4:7), salah satunya adalah kemarahan. Marah adalah hak mutlak Tuhan, tiada manusia yang berhak marah selain Tuhan. Kemarahan yang dibuat manusia adalah berasal dari keinginan yang tidak terpenuhi dari manusia itu. Dan sifat orang yang suka marah adalah sebuah sifat anak kecil. Bukan hanya kita harus berdamai dg saudara kita sebelum kita datang ke hadapan Tuhan, Yesus memerin-tahkan kita harus melakukannya dengan cepat (Mat 5:23-26). Jadi buanglah sifat yg tidak baik untuk menerima lebih banyak lagi anugrah Tuhan yang siap menanti memberkati hidup kita.
Tindakan pembunuhan pasti terkutuk, tetapi kebencian merupakan “dosa hati”. Setiap pikiran dan tindakan yang berisi kebencian merupakan tindakan pembunuhan di mata Tuhan. Yesus akan menuntut keadilan, mungkin bukan dalam kehidupan ini, tetapi pada saat penghakiman kelak. Jadi, kebencian di hadapan Tuhan merupakan kekejian. Seorang manusia yang membenci dikatakan berjalan dalam kegelapan, meskipun dia berkata bahwa dia berada di dalam terang (1 Yoh 2:9-11). 
Yang terburuk adalah jika seorang manusia yang mengaku beragama tapi terus menerus bermusuhan dengan saudaranya. Alkitab menyatakan bahwa orang tsb adalah pembohong (1 Yoh 4:20). Ia mungkin dapat menipu orang2, tapi ia tidak pernah bisa menipu Tuhan. Berapa banyak orang-percaya yang hidup selama bertahun2, berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, memakai topeng di depan orang lain, pada akhirnya baru ketahuan memendam permusuhan (kebencian) terhadap sesama ?
Kebencian adalah racun yang sangat menghancurkan seseorang dari dalam, menghasilkan kepahitan yang menggerogoti hati dan pikiran kita. Inilah sebabnya mengapa Alkitab mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan "akar pahit" tumbuh di hati kita (Ibr 12:15). Kebencian juga menghancurkan kesaksian pribadi dari orang Kristen karena mencabut dia dari persekutuan dengan Tuhan dan orang-percaya lainnya. Marilah kita berhati-hati agar selalu melakukan segala sesuatu seperti yang telah dinasihatkan oleh Yesus kala di dunia. Kita harus cepat menyelesaikan masalah dengan setiap orang mengenai segala sesuatu; tidak peduli seberapa sepelenya hal tersebut. Tuhan akan setia untuk mengampuni, seperti yang Dia janjikan (1 Yoh 1:9).
Dalam sebuah sekolah seorg guru menyuruh anak muridnya membawa plastik yang berisi kentang yg diberi nama org yang mereka benci, ada anak yang membawa 1buah kentang, ada yang 5 bh, bahkan ada yang lebih, mereka disuruh membawa palstik berisi kentang itu setiap hari kemana pun mereka pergi, mandi, makan, belajar sampai tidurpun dibawa serta selama seminggu penuh, mulanya kentang itu baik, tapi lama kelamaan membusuk dan mengeluarkan bau yg  menyengatkan hidung. Akhirnya seminggu berlalu, anak2 diperbolehkan membuang kantong plastik tsb. Mereka belajar tidak baik memelihara kebencian.
Sebuah peristiwa nyata lain, seorang petani miskin yang jujur diangkat seorg raja Tiongkok sbg mentri dan di suruh berkeliling untuk memperbaiki perekonomian negrinya, kala para pejabat lain merasa iri, menebarkan gosip dan fitnah bahwa petani itu membawa emas utk dikorupsi dalam sebuah kotak hitam, hingga sang raja memanggilnya, diperiksa dan ditanya. Petani yang jujur itu menjawab dengan jujur apa yang dibawa ke semua tempat. Dijelaskan kala dihakimi, kotak itu berisi pakaian lusuhnya, dan dia pakai setelah seharian pergi berkunjung pada semua daerah yg harus dilaluinya. Dia melepaskan baju kebesarannya dan memakai baju lamanya dan bercermin di depan kaca dan berkata :”jangan menjadi sombong dengan jabatan sekarang, kamu adalah petani yang apa adanya.” Raja merasakan kejujuran dan ketulusan dan ingatan sang petani akan dirinya yang hanya seorang petani dan bukan pejabat (seperti kacang yang selalu ingat akan kulitnya).
Inilah semua akibat dari kebencian, apakah kita mau mengakhiri hidup kita dalam neraka yang kekal, atau kita mau masuk ke dalam kemuliaan Tuhan yang sungguh menyenangkan dan melegakan jiwa dan roh kita. Kita lahir di dunia tanpa apa2 dan akan kembali pada Tuhan dengan apa, setahu saya uang tidak akan kita bawa mati, tapi semua yang berkenan di mataNya yang selalu dijadikan persembahan kita yang dibawa ke hadapan tahtaNya yang kudus dan mulia. Mari hidup berdamai dengan sesama, berbuat baik, sebarkan kabar baik (Injil), melangkah dengan iman semua perintahNya, dan muliakan NamaNya yang Kudus pada sesama.
Kalahkan kebencianmu dengan kasih Yesus yang mendahsyatkan, mengubahkan iri hati, dendam dan kebencian menjadi sumur kemurahhatian yang tak habis untuk disebarkan untuk semua orang yang haus akan Firman Tuhan dan menjalankanNya.Tuhan Yesus berkati kalian semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar