Kalahkan Kebencianmu
Banyak sekali peristiwa yang
bisa menjadi kebencian yang terjadi di sekitar kita, semenjak 1998, banyak
kejadian yang dialami Indonesia, dua peristiwa yang sangat menonjol adalah
pemerkosaan wanita Tionghua Mei 1998 dan dipenjarakannya Ahok (2017) karena
sedikit ucapannya yang tdk pantas dipermasalahkan, mari kita bahas apa tindakan
kita untuk mengatasi kebencian dalam diri kita.
Iblis adalah bapa semua
kebencian, bapa segala iri hati. Di Alkitab berbicara ttg bagaimana Kain sangat
iri dg persembahan Habel yg membumbung tinggi dan di terima Tuhan (Kej 4:4-5).
Sifat iri ini diberikan iblis utk membunuh Habel. Sifat iri inilah yg
menimbulkan kebencian mendalam dalam diri Kain. Peristiwa lain spt Saul iri
terhadap Daud, terihat saat menghadapi Goliat (org dg tinggi 6 hasta
sejengkal=3 meter), Saul sungguh ketakutan (1 Sam17:11),sedang Daud melawan
hanya dg umban (bukan ketapel) (1Sam 17:50). Kemenangan yg didapat Daud jauh
melebihi kemenangan yang diperoleh Saul (1 Sam 18:7). Dan masih banyak
peristiwa lain.
Mari kita bahas tentang
kebencian lebih mendalam. Kebencian dimulai dari mata, apa yg kita lihat
membuat kita iri lalu lama kelamaan iri hati itu membuat hati kita jengkel dan
dari kejengkelan itu membentuk rasa benci pada orang yang sangat beruntung
selain kita. Karena manusia cenderung menjadi seorang yang sangat egois, selalu
memikirkan dirinya sendiri (termasuk saya).
Mata yang harus kita hindari dari sikap kebencian
adalah:
1. Mata
Hagar(Kej 16:4), membuahkan kesombongan
2. Mata
istri Lot (Kej 19:26), mengingat terus masa lalu, tidak bisa berkembang ke
depan
3. Mata
Yunus (Yun 4:2), membuahkan kebencian dan iri hati dan dendam
4. Mata
Esau (Kej 25:30-34), menimbulkan kerakusan dan hawa nafsu (makan)
5.
Mata Thomas (Yoh 20:25), menimbulkan
ketidakpercayaan, keraguan, dan negatif thinking
6.
Mata Yudas (Yoh 12:25), menimbulkan kerakusan,
loba dan iri hati
7. Mata
org Farisi (Mrk 2:16), menaruh curiga dan menuduh tanpa alasan.
Dari mata yang kita
bahas diatas, terlihat bahwa kedagingan menimbulkan semua bahaya dosa, upah
dosa yang matang adalah maut, hanya Yesuslah yang bisa melepaskan diri dari
kuasa maut dg bangkit dari kematian (alam maut Mrk 16:6). Jadi berpeganglah
teguh pada perintah Tuhan (baca Kitab Suci tamat), percaya akan janjiNya, hidup
kita akan diberkati (Yer 17:7)
Ketika seseorang
semakin dekat dengan Tuhan, semakin dalam persekutuan kita denganNya, maka kita
akan semakin peka terhadap dosa. Bukankah kita berduka dan terbakar dg
kemarahan ketika nama Tuhan dicemooh;di sini kita melihat kemunafikan rohani;
ketika kita melihat ketidak-percayaan dan perilaku fasik yg ditunjukkan dengan
begitu terang-terangan? Tuhan tidak
perlu dibela, karena kuasaNya yang Maha Dahsyat memampukan segalaNya terjadi
(Kel 14:14). Semakin kita memahami sifat dan karakter Tuhan, semakin kita akan
menjadi serupa denganNya (Luk 6;40). Kita akan semakin membenci hal-hal yang
bertentangan dengan Firman Tuhan dan naturNya.
Namun, kebencian yang
negatif pastinya adalah kebencian yang diarahkan terhadap sesama. Yesus
menyebutkan kebencian dalam Khotbah di Bukit: "Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum" (Mat
5:22). Tuhan sangat membenci dosa (Kej 4:7), salah satunya adalah kemarahan.
Marah adalah hak mutlak Tuhan, tiada manusia yang berhak marah selain Tuhan.
Kemarahan yang dibuat manusia adalah berasal dari keinginan yang tidak
terpenuhi dari manusia itu. Dan sifat orang yang suka marah adalah sebuah sifat
anak kecil. Bukan hanya kita harus berdamai dg saudara kita sebelum kita datang
ke hadapan Tuhan, Yesus memerin-tahkan kita harus melakukannya dengan cepat
(Mat 5:23-26). Jadi buanglah sifat yg tidak baik untuk menerima lebih
banyak lagi anugrah Tuhan yang siap menanti memberkati hidup kita.
Tindakan pembunuhan
pasti terkutuk, tetapi kebencian merupakan “dosa hati”. Setiap pikiran dan
tindakan yang berisi kebencian merupakan tindakan pembunuhan di mata Tuhan.
Yesus akan menuntut keadilan, mungkin bukan dalam kehidupan ini, tetapi pada
saat penghakiman kelak. Jadi, kebencian di hadapan Tuhan merupakan kekejian.
Seorang manusia yang membenci dikatakan berjalan dalam kegelapan, meskipun dia
berkata bahwa dia berada di dalam terang (1 Yoh 2:9-11).
Yang terburuk adalah
jika seorang manusia yang mengaku beragama tapi terus menerus bermusuhan dengan
saudaranya. Alkitab menyatakan bahwa orang tsb adalah pembohong (1 Yoh 4:20).
Ia mungkin dapat menipu orang2, tapi ia tidak pernah bisa menipu
Tuhan. Berapa banyak orang-percaya yang hidup selama bertahun2,
berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, memakai topeng di depan orang lain,
pada akhirnya baru ketahuan memendam permusuhan (kebencian) terhadap sesama ?
Kebencian adalah
racun yang sangat menghancurkan seseorang dari dalam, menghasilkan kepahitan
yang menggerogoti hati dan pikiran kita. Inilah sebabnya mengapa Alkitab
mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan "akar pahit" tumbuh di
hati kita (Ibr 12:15). Kebencian juga menghancurkan kesaksian pribadi dari
orang Kristen karena mencabut dia dari persekutuan dengan Tuhan dan
orang-percaya lainnya. Marilah kita berhati-hati agar selalu melakukan segala
sesuatu seperti yang telah dinasihatkan oleh Yesus kala di dunia. Kita
harus cepat menyelesaikan masalah dengan setiap orang mengenai segala sesuatu;
tidak peduli seberapa sepelenya hal tersebut. Tuhan akan setia untuk
mengampuni, seperti yang Dia janjikan (1 Yoh 1:9).
Dalam sebuah sekolah seorg guru
menyuruh anak muridnya membawa plastik yang berisi kentang yg diberi nama org
yang mereka benci, ada anak yang membawa 1buah kentang, ada yang 5 bh, bahkan
ada yang lebih, mereka disuruh membawa palstik berisi kentang itu setiap hari
kemana pun mereka pergi, mandi, makan, belajar sampai tidurpun dibawa serta
selama seminggu penuh, mulanya kentang itu baik, tapi lama kelamaan membusuk
dan mengeluarkan bau yg menyengatkan
hidung. Akhirnya seminggu berlalu, anak2 diperbolehkan membuang
kantong plastik tsb. Mereka belajar tidak baik memelihara kebencian.
Sebuah peristiwa nyata lain, seorang
petani miskin yang jujur diangkat seorg raja Tiongkok sbg mentri dan di suruh
berkeliling untuk memperbaiki perekonomian negrinya, kala para pejabat lain
merasa iri, menebarkan gosip dan fitnah bahwa petani itu membawa emas utk
dikorupsi dalam sebuah kotak hitam, hingga sang raja memanggilnya, diperiksa
dan ditanya. Petani yang jujur itu menjawab dengan jujur apa yang dibawa ke semua
tempat. Dijelaskan kala dihakimi, kotak itu berisi pakaian lusuhnya, dan dia
pakai setelah seharian pergi berkunjung pada semua daerah yg harus dilaluinya.
Dia melepaskan baju kebesarannya dan memakai baju lamanya dan bercermin di
depan kaca dan berkata :”jangan menjadi sombong dengan jabatan sekarang, kamu
adalah petani yang apa adanya.” Raja merasakan kejujuran dan ketulusan dan
ingatan sang petani akan dirinya yang hanya seorang petani dan bukan pejabat
(seperti kacang yang selalu ingat akan kulitnya).
Inilah semua akibat dari kebencian,
apakah kita mau mengakhiri hidup kita dalam neraka yang kekal, atau kita mau masuk
ke dalam kemuliaan Tuhan yang sungguh menyenangkan dan melegakan jiwa dan roh
kita. Kita lahir di dunia tanpa apa2 dan akan kembali pada Tuhan
dengan apa, setahu saya uang tidak akan kita bawa mati, tapi semua yang
berkenan di mataNya yang selalu dijadikan persembahan kita yang dibawa ke
hadapan tahtaNya yang kudus dan mulia. Mari hidup berdamai dengan sesama,
berbuat baik, sebarkan kabar baik (Injil), melangkah dengan iman semua
perintahNya, dan muliakan NamaNya yang Kudus pada sesama.
Kalahkan
kebencianmu dengan kasih Yesus yang mendahsyatkan, mengubahkan iri hati, dendam
dan kebencian menjadi sumur kemurahhatian yang tak habis untuk disebarkan untuk
semua orang yang haus akan Firman Tuhan dan menjalankanNya.Tuhan Yesus berkati
kalian semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar